Home > Travel > Mengenal Konsep Halal Tourism, Berwisata Tanpa Melanggar Syariat Islam

Mengenal Konsep Halal Tourism, Berwisata Tanpa Melanggar Syariat Islam

Mengenal Konsep Halal Tourism, Berwisata Tanpa Melanggar Syariat Islam

Halal kadang menjadi halangan bagi muslim yang ingin melancong ke berbagai negara. Banyaknya makanan yang disediakan namun tidak mengikuti syariat Islam, dan beberapa hal lain bisa menjadi keterbatasan bagi seorang muslim untuk berwisata. Namun, sejak 2016 konsep Halal Tourism atau berwisata dengan mengikuti syariat Islam mulai diperkenalkan di dunia. Hal ini karena jumlah pelancong Muslim telah tumbuh hampir 30%, dan menurut studi Mastercard and Crescent Rating, memproyeksikan bahwa selama dekade berikutnya sektor ini akan memberikan dampak global yang cukup tinggi.

Konsep Halal Tourism

Halal tourism adalah subkategori pariwisata yang ditujukan untuk Muslim yang mematuhi aturan Islam. Konsep wisata halal merupakan aktualisasi dari konsep keIslaman yaitu nilai halal dan haram yang menjadi tolak ukur utamanya. Berarti seluruh aspek kegiatan wisata tak terlepas dari sertifikasi halal yang harus menjadi acuan bagi setiap pelaku pariwisata.

Jika kamu biasanya sangat sulit mendapatkan tempat sholat dan makanan halal saat berwisata ke luar negeri, dengan melakukan halal tourism kamu akan mendapatkan dengan mudah hal tersebut. Hotel-hotel di tempat tujuan dan pesawat tidak boleh melayani alkohol, tersedia fasilitas tempat sholat yang bersih, kolam renang yang terpisah untuk perempuan dan laki-laki, tidak tersedia daging babi dalam menu makanan, serta itinerary yang sudah menjadwalkan untuk sholat lima waktu.

Saat ini memang tidak ada standar yang diakui secara internasional tentang pariwisata halal. Namun, pasar dengan jumlah yang tinggi membuat berbagai negara saling berlomba-lomba menyediakan wisata halal dan menarik para pelancong Muslim.

Indonesia Jadi Tujuan Wisata Halal Terbaik 2019

Menurut GMTI atau Global Muslim Travel Index mengumumkan bahwa Indonesia menjadi Wolrd’s Best Halal Tourism Destination 2019 setelah 5 tahun mengembangkan konsep halal tourism. Beberapa daerah yang menjadi destinasi prioritas untuk pariwisata halal yang mengacu pada standar GTI adalah; Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Malang, Lombok, dan Sulawesi Selatan.

Selain Indonesia, beberapa negara yang juga turut bergabung dalam GMTI dan mengembangkan wisata halal adalah Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, dan Brunei Darussalam.

 

Tuh sekarang kamu tak perlu khawatir lagi untuk berwisata ke negara yang mayoritasnya non-Muslim tapi masih mengikuti syariat Islam. Kamu tinggal pesan agen travel yang menyediakan perjalanan halal. Kamu pun bisa menjelajah berbagai negara tanpa takut makan babi, alkohol, atau lupa menjalankan sholat karena waktu ibadah pun sudah disesuaikan dengan itinerary dan waktu sholat di negara setempat.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami