Home > Money & Career > Tips Mengelola THR Lebaran Supaya Gak Cuma Numpang Lewat!

Tips Mengelola THR Lebaran Supaya Gak Cuma Numpang Lewat!

Tips Mengelola THR Lebaran Supaya Gak Cuma Numpang Lewat!

Satu hal lagi yang paling ditunggu menjelang Lebaran, terutama bagi para pekerja atau karyawan, adalah pembayaran tunjangan hari raya (THR). Besarnya yang minimal satu bulan gaji seakan-akan menambah pundi-pundi pekerja tahun itu.

Karenanya, banyak yang menggunakan THR Lebaran untuk membeli segala macam barang yang diinginkan. Tidak heran jika THR Lebaran sering cepat habis. Apalagi, menjelang hari raya, sering digunakan untuk memenuhi berbagai keinginan atau perlengkapan hari raya.

Peraturan THR

Dikutip dari Wikipedia, THR adalah pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja dan keluarganya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia.

Pemerintah telah mengatur dan mewajibkan pembayaran THR ini melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerjaan/Buruh di Perusahaan.

Besaran THR diatur dalam pasal 3 ayat Permenaker No.6/2016, yaitu:

  1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih (mendapat) sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yaitu perhitungan masa kerja/12X1 (satu) bulan upah.

Pembayaran THR dilakukan paling lambat tujuh hari menjelang hari raya. Dan, jika pekerja mengalami PHK 30 hari menjelang hari raya, dia masih berhak menerima THR, dengan catatan pekerja tersebut sebelumnya merupakan karyawan tetap. Jika statusnya kontrak, THR tidak wajib dibayarkan padanya.

THR Lebaran 2021

Di situasi pandemi Covid-19 seperti ini, meski sudah membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pembayaran THR masih mengalami kesimpang-siuran. Pasalnya, karena pandemi, kondisi ekonomi yang sedang menurun membuat banyak perusahaan juga mengalami kesulitan keuangan. Akibatnya, ada perusahaan yang berencana memangkas THR, bahkan tidak membayar sama sekali.

Surat Edaran (SE) Nomor  tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan telah terbit. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja.

Hal itu seharusnya tidak dilakukan karena bertentangan dengan Surat Edaran Menaker No. M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh, Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, mengatakan pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja.

Dalam surat edaran tersebut, Ida menyatakan SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Ida meminta perusahaan membayar THR Keagamaan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Tips Mengelola THR

Apapun situasinya dan berapapun jumlah THR yang diterima, sebaiknya disyukuri dahulu karena kamu masih menerima THR tahun ini. Yang tidak kalah pentingnya adalah kelola THR Lebaran kamu dengan baik supaya dapat bermanfaat.

Coba alokasi THR dengan cara berikut supaya tidak cepat menguap bahkan ada sisa untuk modal simpanan di masa depan.

1. Memberi ke Orang tua dan THR Saudara-Ponakan 25%

Mungkin sebagian orang tua, tidak pernah berharap atau bahkan menolak tiap kali anaknya mau memberikan uang. Meskipun begitu kamu tetap perlu menyisihkan uang untuk mereka, atau kamu bisa membelikan keperluannya jika mereka terus menolak uang yang kamu berikan.

Selain itu, angpao untuk saudara dan ponakan juga tidak boleh dilewatkan. Hal ini sudah menjadi tradisi karena merupakan budaya turun temurun dalam rangka berbagi rezeki dan kebahagiaan. Saat lebaran semua keluarga akan berkumpul di rumah seseorang yang dituakan dalam keluarga tersebut, kamu akan bertemu dengan sanak saudara yang mungkin sudah lama belum bertemu.

Alokasikan 25 % dari THR kamu untuk memberi kepada orang tua dan angpao untuk sanak saudara. Hal ini akan menyenangkan karena kamu bisa berbagi dan melihat mereka senang.

2. Tabungan atau Dana Darurat 35%

Tabungan atau dana darurat juga harus mendapat bagian dari THR kamu, kamu bisa menyisihkan 35% dari THR kamu untuk tabungan atau dana darurat.

Menurut beberapa pakar perencana keuangan, kedua hal tersebut perlu diterapkan agar keuangan di masa depan lebih terukur dan terarah. Moment THR ini bisa menjadi dana tambahan untuk tabungan dan darurat.

3. Bayar utang 10%

Utang sering menjadi beban di kemudian hari, terutama bila mendadak kemampuan membayar kita menurun—biasanya karena mengalami pemotongan bahkan tidak lagi mendapat gaji. Langsung prioritaskan THR untuk melunasi utang-utang.

Catat semua utang yang dimiliki, seperti pinjaman online, kartu kredit bila ada, pinjaman pada teman atau keluarga, atau pembayaran PayLater yang marak saat ini.

Bila kamu memiliki cicilan bulanan yang tidak tertutup gaji, seperti Kredit Tanpa Agunan yang berbunga tinggi, gunakan THR untuk menutupinya. Sebab, risikonya besar jika menunggak KTA.

4. Investasi 10%

Punya investasi penting untuk kondisi keuangan kamu di masa depan. Langsung sisihkan juga sekitar 10-20% THR Lebaran kamu untuk berinvestasi. Bila masih tidak yakin mau berinvestasi seperti apa, tidak perlu memilih yang ribet atau berisiko tinggi dulu.

Sesuaikan dengan investasi apa yang kamu pahami. Misalnya, reksadana atau deposito yang risikonya rendah. Lebih mudah lagi adalah investasi emas yang nilainya lebih sering naik dibanding turun. Tahun 2021 saja, nilai sudah hampir dua kali lipat dibanding dua tahun lalu.

5. Belanja Lebaran 10%

Tentu THR boleh digunakan untuk belanja Lebaran, tapi jangan berlebihan. Pastikan barangnya memang dibutuhkan untuk hari raya kali ini. Buat daftar skala prioritas mana barang yang paling diperlukan sampai yang bisa ditunda.

Untuk belanja Lebaran, bisa alokasikan 10 – 20% uang THR. Belikan kebutuhan pokok yang dibutuhkan pada hari raya ini atau untuk dikirimkan pada keluarga di kampung halaman.

Apabila ingin beli baju baru, yakinkan bahwa kamu memang butuh baju baru saat ini, bukan hanya untuk Lebaran. Oh iya, usahakan belanja Lebaran kali ini dilakukan online atau #dikostaja demi keamanan dan kesehatan bersama.

BACA JUGA:

6. Membayar zakat dan sedekah 10%

Satu lagi alokasi THR yang penting ditunaikan adalah untuk zakat dan sedekah. Zakat yang perlu dibayar tidak hanya zakat fitrah, tapi juga zakat mal (harta). Sisihkan pula untuk bersedekah—di luar anggaran zakat—karena sedekah tidak kalah bermanfaatnya dari zakat. Sedekah dapat dilakukan dengan membagikan uang atau sembako.

Oleh karena memberikan sedekah secara langsung saat ini sedang tidak dimungkinkan, bisa melakukannya secara online. Apalagi, saat ini sudah banyak platform donasi online yang memudahkan kita bersedekah.

Itulah cara mengelola THR supaya tidak hanya numpang lewat. Faktor utama pengelolaan ini adalah tegas untuk memilah mana yang dibutuhkan dan menahan diri membeli yang sebenarnya masih dapat ditunda.

 

Artikel Rekomendasi kami