Home > Money & Career > Keuntungan Melakukan Transaksi Cashless di Era New Normal

Keuntungan Melakukan Transaksi Cashless di Era New Normal

Keuntungan Melakukan Transaksi Cashless di Era New Normal

PSBB kini masuk di masa transisi. Namun, dibalik riuhnya warga yang memulai kembali aktivitasnya, virus corona masih setia membayangi. Sehingga, kamu masih perlu berhati-hati dengan segala hal yang berhubungan dengan kontak fisik atau sentuhan, salah satunya saat berurusan dengan uang tunai. Ubahlah metode pembayaranmu dengan transaksi cashless demi mengurangi penyebaran COVID-19.

Uang tunai dapat berpindah tangan dengan cepat, dan dipegang oleh orang dari berbagai kalangan setiap harinya, sehingga sangat mungkin terkontaminasi oleh berbagai macam bakteri serta virus. COVID-19 dapat bertahan di permukaan berbagai benda, sehingga kita perlu berhati-hati sesudah memegang uang tunai.

Keuntungan Melakukan Transaksi Cashless

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada kemungkinan penularan virus dari atau ke pelanggan melalui media uang kertas atau koin, sehingga sangat disarankan untuk sebisa mungkin menggunakan alternatif transaksi cashless.

Masih ragu untuk beralih ke sistem cashless? Berikut beberapa keuntungannya yang bisa menjadi pertimbanganmu:

1. Meminimalisir kontak fisik

Seperti yang kamu tahu, COVID-19 cepat sekali menyebar lewat kontak fisik, utamanya lewat uang tunai. Sulit sekali untuk mengetahui siapa saja yang sudah menyentuh uang tersebut dan apakah pemilik sebelumnya dalam kondisi sehat. Namun tak demikian halnya jika kamu menggunakan sistem cashless.

Dengan transaksi cashless, penggunaan uang tunai ditiadakan. Artinya, perpindahan virus dari pembeli ke penjual menggunakan uang tunai tidak terjadi.

2. Transaksi cashless mempercepat jalannya transaksi

Tak hanya itu saja, keuntungan transaksi cashless lainnya adalah mempercepat proses transaksi di kasir. Saat menggunakan uang tunai, kasir akan makan waktu yang lebih lama untuk mencari uang kembalian jika pembeli mengeluarkan pecahan uang yang besar. Jika ini masih dijalankan saat PSBB transisi, bukan tak mungkin penumpukan orang terjadi di area kasir.

Cashless transaction mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan orang di sekitar kasir. Hal ini dikarenakan staf kasir tak perlu lagi repot mencari uang kembalian untuk pelanggan. Setiap transaksi yang berjalan secara cashless selalu menggunakan uang pas. Selain itu, proses transfer dana dari rekening pelanggan ke rekening perusahaan pun hanya makan waktu sekian detik.

3. Bisa digunakan di mana saja

Salah satu hal yang membuat transaksi cashless digemari oleh banyak orang adalah karena kemudahannya. Di tahun 2020 ini saja, hampir setiap gerai mini market yang menerima transaksi non-tunai. Tak hanya itu, sejumlah warung tradisional juga mulai beralih ke sistem cashless.

Kemudahan sistem ini membuat semakin banyak masyarakat tertarik untuk mulai menggunakannya. Cukup gesek kartu debit atau kredit dan barang yang diinginkan pun sudah bisa dibawa pulang.

4. Budaya transaksi cashless yang kian matang

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran COVID-19 lewat uang tunai mulai membuat sebagian besar masyarakat beralih ke transaksi nontunai. Selain kecepatan dan kemudahan, kenyamanan bertransaksi pun melahirkan budaya baru di kalangan masyarakat, yakni budaya cashless.

BACA JUGA: Gaya Hidup di Era The New Normal yang Wajib Diketahui

Tak hanya transaksi jual beli, moda transportasi pun kini mulai mengutamakan pembayaran non-tunai dibandingkan pembayaran tunai. Beberapa penyedia layanan transportasi seperti KRL, MRT dan TransJakarta sekarang membatasi penggunaan uang tunai pada saat transaksi. Perlahan namun pasti, hal ini pun mulai diterapkan di moda transportasi lainnya.

Artikel Rekomendasi kami