Home > Money & Career > Kesalahan Melamar Pekerjaan via Email yang Harus Dihindari Anak Kost

Kesalahan Melamar Pekerjaan via Email yang Harus Dihindari Anak Kost

Kesalahan Melamar Pekerjaan via Email yang Harus Dihindari Anak Kost

Jika dulu semua lamaran pekerjaan harus kita kirimkan dalam bentuk hard copy ke setiap perusahaan tujuan, namun kini berkat internet dan teknologi semuanya bisa semakin praktis dan cepat. Karena saat ini, untuk mengirim lamaran perusahaan kita hanya perlu membuka email dan membuat surat lamaran dalam bentuk soft copy. Namun sayangnya banyak pelamar yang masih tidak mengetahui bagaimana cara yang benar mengirim dan menulis lamaran pekerjaan via email khususnya untuk para fresh graduate.

Hasilnya kesalahan melamar pekerjaan via email yang mereka buat tentu akan membuat mereka tersingkirkan dari kandidat yang akan di interview oleh HRD. Karena itu, sebagai pelamar kita harus tau etika yang benar saat mengirimkan email lamaran pekerjaan agar kita mendapatkan respon untuk melanjutkan langkah ke tahap interview.

Lalu Apa Saja Kesalahan Melamar Pekerjaan Via Email Yang Sering Terjadi

Ada banyak kesalahan yang dilakukan pelamar saat mengirim lamaran pekerjaan baik itu disadari atau tidak. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.

1. Menghiraukan Pentingnya Subjek Email

Kesalahan satu ini tentu sangat fatal, karena mengirim email tanpa subjek bukan hanya akan membuat lamaran kamu tidak di respon namun juga bisa membuat lamaran kamu masuk ke folder spam. Setiap harinya HRD tentu akan menerima puluhan bahkan ratusan email dari pelamar, salah satu tahap pertama yang mereka lakukan saat menyaring kandidat adalah dengan melihat subjek yang dituliskan oleh pelamar.

Selain itu, hindari juga mengirim email lamaran dengan subjek ‘lamaran’ atau subjek hanya dengan menuliskan nama kamu. Untuk itu ada baiknya mengirim email lamaran kerja dengan subjek Lamaran_Posisi Yang Dilamar_Nama Lengkap Kamu.

2. Tidak Menulis Body Email

Tahapan kedua yang dilakukan HRD saat menyaring kandidat adalah dengan melihat body email yang dituliskan oleh pelamar. Karena saat ini masih sering ditemukan pelamar yang sama sekali tidak menuliskan apapun pada body email dan hanya melampirkan file lamarannya saja. Meski sepele body email menunjukkan seberapa profesional dan sopan kamu pada orang lain. Mengirimkan email tanpa body email tentu akan membuat kamu terlihat seperti orang yang datang ke suatu tempat tanpa maksud dan tujuan.

Saat menuliskan body email, kamu juga harus memperhatikan penulisannya. Jangan hanya menuliskan ‘terlampir surat lamaran dan CV yang saya berikan’. Ada baiknya saat menulis body email sertakan salam pembuka dan salam penutup seperti,

Dear HRD PT. XXX.

Perkenalkan saya Nama Kamu, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas XX. Saat ini saya bekerja full time di PT. XXX sebagai Marketing selama 1 tahun. Sehubungan dengan lowongan pekerjaan yang saya lihat di LinkedIn, saya berniat melamar pekerjaan untuk posisi Marketing Staff. Bersama email ini, saya lampirkan resume dan CV sebagai bahan pertimbangan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Nama Kamu

3. Mengirim Email Ke Banyak Perusahaan

Banyak pelamar yang merasa lebih cepat jika mengirimkan email ke banyak perusahaan sekaligus. Dalam hal ini, ada banyak To (email tujuan) yang dikirimkan dalam satu email. Sebagai informasi, mengirimkan banyak surat lamaran dalam satu email akan membuat email tujuan satu sama lain akan mengetahui kepada siapa saja email kamu dikirimkan. Hal tersebut tentu akan membuat kamu terlihat pemalas di mata HRD.

BACA JUGA:

4. Salah Mencantumkan Perusahaan

Karena terlalu terburu-buru dan takut jika lowongan pekerjaan ditutup, banyak pelamar yang asal copy paste email dan surat lamaran yang telah dikirim sebelumnya tanpa mengecek terlebih dahulu. Hasilnya nama perusahaan yang di tuju akan sama dengan perusahaan sebelumnya. Hal ini akan menunjukkan jika kamu adalah orang yang tidak teliti dan tentu HRD tidak akan memproses orang seperti ini untuk dapat melanjutkan ke tahap interview.

5. Lupa Mencantumkan Lampiran

Ketidaktelitian selanjutnya yang banyak terjadi adalah lupa mencantumkan lampiran resume/ surat lamaran dan CV. Tidak mencantumkan CV, resume/ surat lamaran tentu akan membuat HRD tidak akan menerima informasi detail tentang kamu. Karena mereka hanya mendapatkan informasi singkat melalui body email. Karena itu sekali lagi, telitilah sebelum mengirimkan email check berulang kali hingga yakin tidak ada yang tertinggal pada email lamaran yang kamu kirim.

6. Font Yang Susah Dibaca

Rata-rata saat ini pelamar mendesain sendiri surat lamaran dan CV mereka demi menarik perhatian HRD. Namun ada beberapa yang mendesain surat lamaran dan CV tanpa memperhatikan font dan warna. Kedua hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang membaca surat lamaran dan CV yang kamu kirim. Karena font yang terlalu kecil, warna latar yang tidak terlalu jauh dengan warna font tentu akan membuat orang lain susah untuk membacanya.

Selain itu jangan menggunakan font yang susah dibaca, gunakanlah font standar yang mudah dibaca orang lain seperti Helvetica, Georgia atau Lato. Dan hindari menggunakan font seperti Comic Sans, Times New Roman atau Brush Script. Sedangkan untuk warna, gunakan warna font yang berlawanan dengan warna background. Jika background berwarna putih maka gunakanlah font berwarna gelap seperti hitam atau abu-abu tua.

Nah itulah beberapa kesalahan melamar pekerjaan via email yang banyak terjadi. Tentu kamu harus menghindari kesalahan-kesalahan diatas, agar kamu tidak tersingkir dari daftar kandidat yang akan melanjutkan ke tahap interview. Semoga berhasil RoomMies.

Artikel Rekomendasi kami