Home > Money & Career > 7 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Sering Terjadi ketika Wawancara Kerja Secara Online

7 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Sering Terjadi ketika Wawancara Kerja Secara Online

7 Kesalahan Bahasa Tubuh yang Sering Terjadi ketika Wawancara Kerja Secara Online

Meski saat ini banyak perusahaan yang membekukan usaha dan merumahkan karyawannya, tidak sedikit pula perusahaan yang membuka kesempatan kerja baru. Namun, karena kebijakan kerja dari rumah dan perlunya jaga jarak, proses rekrutmen kebanyakan dilakukan dengan bantuan teknologi. Termasuk melakukan wawancara kerja secara virtual.

Wawancara kerja melalui video akhirnya menjadi hal yang normal. Bukan berarti jadi lebih mudah dilakukan dibanding wawancara kerja secara tatap muka langsung. Selama wawancara video, kandidat harus mampu mengontrol bahasa tubuhnya demi memberikan kesan terbaik pada pewawancara.

Karena, dikutip dari Inc.com, antropolog Ray Birdwhitell kepada The New York Times mengungkapkan bahwa percakapan tatap muka saja melibatkan kurang dari 35% komunikasi verbal, sisanya sebanyak 65% berupa komunikasi nonberbal.

Artinya, saat berhadap langsung saja, bahasa tubuh lebih banyak mengomunikasikan sesuatu pada sebuah percakapan. Apalagi jika wawancara kerja dilakukan melalui video.

Untuk itu, hindari melakukan kesalahan bahasa tubuh saat wawancara kerja lewat video call berikut:

 

1. Terlalu membungkuk atau menyandar pada kursi

Hindari membungkuk atau, sebaliknya, terlalu bersandar hingga ke sandaran kursi. Kesannya kamu terlalu santai dan tidak menganggap sesi wawancara sebagai sesuatu yang serius. Pewawancara pun bakal merasa tidak dihargai. Duduk yang tegak dan bahu sejajar tulang belakang supaya kamu tampak fokus dan tertarik pada percakapan tersebut.

 

2. Terlalu banyak bergerak

Merasa gugup wajar. Tapi, kalau sampai terlihat banyak menggerakkan anggota tubuh, akan menimbulkan kesan tidak baik pada wawancara. Mereka bisa mengira baru tahap wawancara saja, kamu sudah merasa gugup, apalagi ketika sudah harus mengerjakan suatu tugas penting.

Karena itu, usahakan supaya diri tampak tetap tenang dan tahan diri dari menggerak-gerakkan anggota tubuh—seperti menggoyangkan kaki atau mengetuk-ngetuk meja dengan jari.

 

3. Tidak melakukan kontak mata

Walaupun virtual, kontak mata tetap penting karena dapat membangun kepercayaan antara pewawancara dan kandidat. Untuk itu, lakukan kontak mata dengan melihat langsung ke kamera, bukan ke layar komputer.

Memang, memandang terus-menerus pada mata seseorang malah menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang tersebut. Karena itu, kontak mata bisa dilakukan ketika giliran kamu berbicara.

4. Terlau banyak mengangguk

Harapannya, anggukkan membuat kamu terkesan memperhatikan dan memahami apa yang diucapkan pewawancara. Namun, terlalu banyak mengangguk membuat kamu tampak mudah terganggu dan tidak tertarik atau tidak peduli berada dalam percakapan tersebut.

Sebaiknya, dengarkan dengan penuh perhatian tanpa perlu banyak bergerak. Dan, mengangguklah pada saat yang tepat, seperti setelah sebuah informasi penting tersampaikan seluruhnya.

 

5. Melipat tangan

Ketika kursi yang kamu duduki tidak punya pegangan tangan, memang membuat bingung di mana sebaiknya meletakkan tangan. Tapi, hindari melipat tangan di dada saat wawancara virtual. Gerakan ini dapat diartikan kamu tidak menyukai pewawancara atau bersikap tidak terbuka pada mereka.

Letakkan saja tangan pada pangkuan kamu. Atau, bawa buku catatan dan pulpen untuk menulis sesuatu yang dirasa penting. Yang penting, gerakan tangan kamu tidak berlebihan juga hingga menganggu pewawancara.

 

6. Tanpa ekspresi

Memang ada orang yang ekspresi wajahnya datar. Tapi, pewawancara yang baru pertama kali bertemu dengan orang tersebut tentu tidak akrab dengan karakter tersebut. Karena itu, penting untuk tampak reaktif terhadap percakapan tanpa tampak berlebihan atau dipaksakan.

Contohnya saja, senyum yang tulus, menaikkan alis, tertawa saat di saat yang tepat, dan gerakan tubuh lainnya yang sesuai dengan apa yang kamu ucapkan. Dengan begitu, sekali lagi, kamu terlihat fokus dan menghargai sesi wawancara yang terjadi.

 

7. Terlalu dekat dengan kamera

Sama seperti tatap muka biasa ketika duduk terlalu dekat dengan orang yang baru pertama kali bertemu tentu rasanya tidak nyaman. Maka, berada terlalu dekat dengan kamera, sehingga wajah kamu memenuhi layar, juga bisa membuat pewawancara tidak nyaman.

Jadi, jaga jarak dengan kamera, jangan terlalu dekat, bahkan sampai membungkuk atau bersandar pada meja. Tapi, jangan juga terlalu jauh sehingga ekspresi dan gerak-gerik kamu tidak terlihat jelas. Atur jarak kurang lebih sepanjang tangan antara kamera dan kamu.

 

Kunci Penting: Persiapan

Tidak jauh beda dengan wawancara langsung, kunci sukses wawancara virtual adalah melakukan persiapan dulu. Latih diri kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara sambil bercermin supaya bisa evaluasi bahasa tubuh yang keluar.

Seperti wawancara kerja umumnya, jika ingin mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, modal CV bagus dan penampilan oke saja belum cukup. Barengi juga dengan kemampuan nonverbal atau bahasa tubuh yang baik.

 

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami