Home > Money & Career > Jadi Wanita Karir, Apa Saja Pesonanya?

Jadi Wanita Karir, Apa Saja Pesonanya?

Jadi Wanita Karir, Apa Saja Pesonanya?

Nampaknya sudah bukan zamannya wanita untuk berdiam diri di rumah. Perempuan, sekarang sudah punya akses ke pendidikan, termasuk karir. Melakukan sesuatu yang mereka suka, meraih mimpi dan melakukan banyak hal tanpa ditempeli stigma apa pun adalah tujuannya. Hal mendasar yang memotivasi seorang wanita untuk menjadi wanita karir adalah potensi finansial yang akan didapatkan.

Mereka akan mendapatkan penghasilan sendiri dengan kemampuan yang dimiliki oleh seorang wanita. Selain itu, menjadi wanita karir dapat melatih skills dan kemandirian seorang wanita.

Pesona Wanita Karir

Ingat jawaban Najwa Shihab saat ditanya Denny Cagur saat mengisi acara di “OVJ” beberapa waktu lalu? Kurang lebih dialognya seperti ini: Pilih jurnalis atau ibu rumah tangga? tanya Denny Cagur. Kenapa, sih, perempuan harus disuruh memilih? Bukankah kita bisa mendapatkan keduanya? Pertanyaan itu dari awal sudah menempatkan perempuan seolah-olah tak berdaya,” jawab Najwa.

Selama ini memang wanita selalu dieksekusi pilihannya, diberikan stigma, seolah-olah dunia ini hanya milik pria saja. Nah, wanita karir adalah bukti pendobrakan stigma yang selama ini dilabeli kepada wanita. Apa saja, sih, pesona wanita karir? Simak ulasannya berikut ini.

1. Punya kemandirian yang tidak dimiliki semua orang

Tidak bergantung pada siapa pun ketika bekerja, wanita karir punya kemandirian yang beberapa orang tidak miliki. Karena memiliki penghasilan sendiri, mereka bisa menyuarakan keinginan secara terbuka tanpa takut.

2. Menunjukkan bahwa wanita juga bisa melakukan banyak hal

Budaya yang melabeli bahwa wanita hanya bisa di kasur, sumur, dan dapur sudah seharusnya tidak berlaku lagi. Wanita karir menunjukkan hal itu. Ia merupakan simbol kalau wanita itu lemah secara fisik dan mental merupakan adalah salah besar.

3. Percaya diri tingkat tinggi

Nampaknya kita sudah tidak asing lagi melihat wanita bekerja. Baik itu sebagai buruh pabrik, sopir angkot, sopir ojek online, pilot, CEO perusahaan, bahkan menjadi dewan legislatif suatu negara. Meskipun memang jumlahnya belum sebanyak pria, wanita karir menunjukkan bahwa mereka juga bisa melakukan banyak hal tanpa dibatasi gender.

4. Adaptif

Kata siapa, sih, perempuan enggak bisa melakukan banyak hal daripada laki-laki. Reduksi makna tentang perempuan memang ada-ada saja! Terbukti bahwa wanita karir itu adaptif dan pandai menempatkan diri. Sudah bukan zamannya lagi bekerja berdasarkan kotak-kotak gender.

Terbukti, wanita karir pandai menempatkan diri saat di tempat kerja. Bahkan, menurut riset dari Grant Thornton tahun 2017, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai peningkatan terbaik dalam hal jumlah perempuan yang menduduki posisi senior di perusahaan, dengan peningkatan dari 24 persen di tahun 2016 menjadi 28 persen di tahun 2017.

5. Menaklukkan bias gender dan peluang kerja

Meskipun begitu, masih ada, lho, lowongan pekerjaan yang menyaratkan gender sebagai salah satu kriteria untuk melamar pekerjaan. Tentunya, ini jadi tantangan yang perlu dihadapi wanita di tempat kerja.

Apalagi, pekerjaan-pekerjaan seperti bepergian, aktivitas lapangan, dan lain-lain yang mengutamakan kondisi fisik karyawan. Hal ini tidak menyurutkan semangat perempuan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, termasuk berkarir.

 

BACA JUGA: Para Perempuan! Ini 7 Hak Pekerja yang Wajib Diketahui

Artikel Rekomendasi kami