Home > Money & Career > 4 Cara Menyelesaikan Konflik Internal Perusahaan, Jangan Dibiarkan Berlarut-larut!

4 Cara Menyelesaikan Konflik Internal Perusahaan, Jangan Dibiarkan Berlarut-larut!

4 Cara Menyelesaikan Konflik Internal Perusahaan, Jangan Dibiarkan Berlarut-larut!

Adanya konflik internal pada sebuah lingkungan kerja mungkin sudah umum terjadi. Namun, tidak semua orang dapat menyelesaikan konflik dan membiarkannya berlarut-larut. Selain terjebak pada ketidaknyamanan, hal ini juga akan mengganggu produktivitas kerja. Lantas, bagaimana cara menyelesaikan konflik internal tersebut? Berikut ulasannya.

Cara Menyelesaikan Konflik Internal

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar konflik di lingkungan kerja dapat diselesaikan dengan baik dan cepat.

1. Perbaiki terlebih dahulu komunikasi antar karyawan

Komunikasi merupakan hal pertama yang perlu dibenahi jika ingin menyelesaikan sebuah konflik. Bangunlah standar komunikasi yang jelas terlebih dahulu. Dengan begitu, segala hal dapat dibicarakan dengan lebih baik.

Pimpinan harus mengambil langkah mengenai masalah komunikasi yang dihadapi para karyawan. Supaya tak ada kesalahpahaman, komunikasi dari email dapat menjadi jembatan. Pastikan bahwa kedua belah pihak dapat mengaksesnya sehingga kesalahpahaman dapat dihindari.

Selain itu, pimpinan juga dapat mengadakan konseling untuk pihak-pihak yang terlibat konflik. Dengan begitu, akar permasalahan akan menjadi lebih jelas karena pihak yang terlibat dapat mengungkapkan permasalahan berdasarkan sudut pandang mereka.

2. Cara menyelesaikan konflik dengan keterbukaan

Jika komunikasi di antara kedua belah pihak sudah dijembatani, keterbukaan menjadi hal selanjutnya yang dibutuhkan. Memendam permasalahan tidak akan menyelesaikan konflik namun justru memperburuknya. Oleh sebab itu, keterbukaan harus segera dilakukan sedari awal. Jika memang permintaan divisi lain dirasa tidak sesuai, maka bicarakan.

Ada begitu banyak penyebab konflik internal terjadi, dari mulai job desk, senioritas, atau kesempatan berkembang yang tak sama. Selesaikan masalah tersebut dengan keterbukaan sehingga masalah dapat dipahami satu sama lain. Dengan begitu, jalan keluar dapat ditemukan.

3. Bekerja berdasarkan tanggung jawab pekerjaan

Setiap karyawan tentu memiliki job desk tertentu. Sehingga, mereka akan melakukan pekerjaan tersebut berdasarkan tanggung jawab yang diberikan. Namun, terkadang perusahaan masih mengharapkan karyawan dapat bekerja di luar job desk tersebut.

Sering kali pekerjaan tersebut juga membutuhkan peran serta dari divisi lain. Namun, setiap divisi tentu memiliki cara kerja yang berlainan. Sehingga, konflik bisa timbul karena hal tersebut.

Jika hal ini terjadi, perusahaan harus segera memberi batasan yang jelas mengenai aturan antar kerja divisi tersebut. Memberi garis batas yang jelas mengenai porsi kerja masing-masing sangat membantu untuk mencegah konflik antar divisi seperti ini. Buat aturan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan agar benturan antar divisi tidak kembali terjadi.

4. Manajemen konflik perusahaan

Manajemen konflik merupakan pendekatan yang dapat menyelesaikan masalah dengan dampak yang besar. Diperlukan peraturan yang mengatur berbagai macam hal dalam sebuah konflik dapat dihindari.

Sayangnya, tak sedikit perusahaan yang menganggap sepele hal tersebut. Padahal dengan dibuat aturan tertulis dan jelas akan lebih memudahkan perusahaan untuk mengatur, mencegah serta menyelesaikan hal negatif yang mempengaruhi perusahaan tersebut.

BACA JUGA: Harus Membuat Keputusan di Kantor Sesegera Mungkin? Jangan Lupakan 5 Hal Penting Ini

 

Artikel Rekomendasi kami