Home > Money & Career > Seimbangkan Keuangan dengan Financial Detox

Seimbangkan Keuangan dengan Financial Detox

Seimbangkan Keuangan dengan Financial Detox

Apakah kamu sedang dilanda rasa bersalah karena habis belanja sesuatu yang tidak penting? Habis terlena dengan diskon-diskon, cashback, atau promo lainnya kemudian checkout barang-barang yang sebenarnya tidak kamu perlukan? Atau, kamu baru saja mengusik tabunganmu karena godaan dari online shop? Kalau iya, berarti kamu harus melakukan financial detox.

Bukan hanya tubuh yang harus detoks karena diisi dengan zat-zat yang tidak kamu butuhkan, tapi keuangan juga. Yang namanya detoks pasti prosesnya tidak mengenakkan, tapi hasilnya selalu melegakan.

Apa Itu Financial Detox?

Sama halnya dengan detoks dalam tubuh selama 10 sampai 14 hari dengan tujuan menghilangkan racun-racun di dalam tubuh, detoks keuangan juga bisa menghilangkan racun pada keuanganmu. Pada dasarnya financial detox adalah mengurangi pengeluaran tertentu yang membuat jumlah pengeluaranmu menjadi bengkak.

Kedengarannya, sih, mudah, Tapi, bagi orang yang biasa menganggarkan uangnya pada pengeluaran tertentu, misalnya belanja baju atau sepatu perbulan, lantas anggaran itu dipangkas, maka akan sangat terasa menyiksa. Financial detox ini juga melatih pertahanan dirimu sendiri, lho. Artinya kamu juga harus berperang melawan dirimu sendiri saat kamu melakukan financial detox ini.

Cara Financial Detox

Financial detox akan sangat membantu kondisi keuanganmu saat kritis. Selain itu, hasrat belanja pun akan terkontrol dan lebih bijak menggunakan uang. Berikut ini cara melakukan financial detox yang sebaiknya kamu coba.

1. Anggarkan dengan ketat keuanganmu

Langkah pertama financial detox adalah dengan mengetatkan kembali anggaran. Hitung kembali pengeluaran apa saja yang kamu perlukan, apakah nilainya terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hapus anggaran yang tidak terlalu penting seperti jajan di luar. Belanja baju atau sepatu yang mana baju dan sepatumu sudah numpuk di lemari. Atau, biaya lain yang menurutmu menghabiskan pengeluaran.

BACA JUGA:

2. Cari alternatif lain supaya lebih hemat

Financial detox artinya berhemat. Jadi, kamu harus cari cara untuk meminimalisasi pengeluaran. Misalnya, kamu bisa melangsingkan anggaran makan siang dengan masak dan membawa bekal sendiri ke kantor. Atau, kamu juga bisa menggunakan transportasi umum daripada taksi atau kendaraan pribadi.

Banyak pilihan-pilihan alternatif lain agar kamu lebih hemat. Mungkin membutuhkan banyak usaha, tapi demi keuangan yang lebih sehat apa salahnya dilakukan?

3. Sembunyikan kartu kreditmu

Kalau kamu adalah salah satu shopaholic yang sangat suka belanja online lewat kartu kredit dan tiba-tiba tagihan kartu kreditmu membengkak sebaiknya segera lakukan sesuatu. Bisa dengan menyembunyikan kartu kredit, menyimpannya di tempat yang sulit dijangkau, atau titipkan pada teman yang tak akan memberikannya padamu saat kamu kalap lihat barang bagus lewat online.

4. Kurangi penggunaan uang digital

Uang digital penggunaannya sangat mudah, dalam hitungan menit kamu sudah bisa melakukan banyak transaksi dalam genggaman smartphone. Namun karena kemudahan inilah kamu menjadi sangat mudah mengeluarkan uang.

Jadi, setelah gajian dan dianggarkan pada beberapa kebutuhan, kamu sebaiknya menarik tunai uangmu. Belilah kebutuhan lewat uang tunai supaya keuanganmu terkendali.

5. Terapkan jangka waktu penggunaan dan targetnya

Jangka waktu financial detox beragam tergantung target yang kamu sedang usahakan. Bisa mingguan ataupun bulanan. Biasanya hasil yang terlihat bisa dalam hitungan bulan. Kembali lagi pada targetmu untuk mengembalikan kesehatan keuangan, bisa 3-5 bulan atau lebih.

Artikel Rekomendasi kami