Home > Money & Career > Punya Pekerjaan Baru? Ini 7 Strategi Mengatur Keuangan dengan Gaji Baru Supaya Tidak Boros

Punya Pekerjaan Baru? Ini 7 Strategi Mengatur Keuangan dengan Gaji Baru Supaya Tidak Boros

Punya Pekerjaan Baru? Ini 7 Strategi Mengatur Keuangan dengan Gaji Baru Supaya Tidak Boros

Pindah tempat kerja dengan spesialisasi berbeda memang menyenangkan seakan-akan memulai lembaran karier baru. Namun, bukan hanya suasana dan rutinitas saja yang berbeda, kamu juga akan merasakan dampak pada keuangan karena memiliki gaji baru.

Rata-rata, pindah pekerjaan berarti memiliki pendapatan lebih besar dari tempat sebelumnya. Walaupun, ada juga yang gaji bulanan yang diterima berkurang dari pekerjaan lamanya. Hal tersebut bisa terjadi ketika pindah kerja bukan hanya pertimbangan finansial semata. Apa pun itu, perubahan pendapatan berdampak juga pada pengeluaran dan gaya hidup.

Strategi Mengatur Keuangan dengan Gaji Baru

Setelah bernegosiasi, kamu pun siap menerima gaji pertama di tempat baru. Supaya tabungan tetap aman dan kehidupan kamu tidak stres karena masalah finansial dari gaji baru, lakukan beberapa hal berikut untuk mengatur keuangan pribadi.

1. Ketahui dan pahami benefits yang didapat pada tempat kerja baru

Jangan hanya menyetujui jumlah gaji yang ditawarkan. Tanyakan pula pada pihak perusahaan (HRD) yang baru, apa saja keuntungan atau benefits yang akan kamu terima bila menjadi karyawannya. Cari tahu kebijakan keuangan perusahaan dan lihat celah di mana kamu bisa menghemat.

Karyawan seringkali melewatkan hal-hal sepele dari pendapatannya yang berpotensi membantu keuangannya. Misalnya, dapat uang makan atau transportasi lagi, uang kesehatan, dana pemeliharaan kesehatan gigi, reimburse untuk lembur, parkir, atau transportasi bertemu klien.

2. Pembayaran pajak

Pendapatan yang berubah karena karier yang berganti sering diikuti oleh perubahan pembayaran pajak (besar pajak). Pekerja yang statusnya karyawan dengan bekerja sendiri (self-employed) pajak penghasilannya akan berbeda.

Karena itu, tanyakan pula pembayaran kepada perusahaan cara mereka membayarkan pajak penghasilan kamu. Misalnya, apakah sudah termasuk dalam gaji yang kamu terima setiap bulannya atau belum. Jika belum termasuk, kamu bisa kalkulasi sendiri berapa besar pengeluaran untuk pajak setiap bulannya.

Pajak wajib dibayarkan ketika kamu bekerja. Sebab itu, pengeluaran pajak penghasilan. harus termasuk dalam bujet kamu per bulannya.

3. Tabungan pensiun

Mendapat pekerjaan baru berarti harus menabung untuk pensiun. Lebih cepat kamu menabung, lebih baik. Tidak ada alasan lagi. Bila perlu, buat tabungan sendiri untuk menyimpan dana pensiun kamu. Tambahkan juga dana untuk berinvestasi.

4. Sesuaikan gaya hidup

Bila ada perubahan jumlah pendapatan, sesuaikan anggaran pengeluaran per bulan dengan pendapatan baru tersebut. Namun, kalau gaji kamu lebih naik dibanding tempat sebelumnya, jangan juga langsung menaikkan jumlah pengeluaran dan anggaran bersenang-senang kamu.

Sebaiknya, fokuskan pada tujuan keuangan kamu dulu dengan pendapatan baru tersebut. Misalnya, untuk membayar utang-utang, menabung buat pensiun, dan berinvestasi. Kemudian, lihat juga kebutuhan harian kamu, yaitu biaya transportasi, makan, kesehatan. Serta, jika sebelumnya jarang menulis pemasukan dan pengeluaran, mulailah mencatat setiap penggunaan anggaran bulanan kamu di tempat yang baru tersebut.

Begitu semua kebutuhan kamu terpenuhi, jika ada sisa, barulah dapat digunakan untuk bersenang-senang. Tapi, tetap harus membatasi diri. Bila masih bisa disimpan, sebaiknya disimpan saja.

5. Mulai atau lanjutkan menyimpan dana darurat

Setiap orang harus memiliki simpanan dana darurat untuk menutupi keperluan mendadak mereka, seperti sakit, kena PHK, dan lainnya. Direkomendasikan dana yang dimiliki minimal 3-6 bulan jumlah pengeluaran per bulan.

Kalau kamu belum memiliki tabungan dana darurat, tidak masalah mencoba menyimpannya dengan pendapatan baru ini. Jumlah yang disimpan tidak harus besar, tapi disimpan dalam tabungan terpisah dan janji tidak akan disentuh kecuali untuk hal-hal darurat.

6. Miliki asuransi kesehatan pribadi

Masalah kesehatan sering terlupakan ketika menganggarkan pendapatan. Padahal, kesehatan sangat penting sekali karena kamu tidak pernah tahu kapan dan apa yang akan terjadi pada tubuh kamu. Oleh karena itu, menerima pendapatan baru, jangan lupa tanyakan tanggungan kesehatan oleh perusahaan.

Ada perusahaan yang memberikan tanggungan, ada juga yang tidak. Rata-rata, minimal, perusahaan memberikan dana bantuan BPJS Kesehatan bagi karyawannnya. Hanya saja, untuk berjaga-jaga, sebaiknya jangan hanya mengandalkan dari kantor.

Coba untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Dengan punya sendiri, kamu mampu memproyeksikan sendiri kebutuhan untuk kesehatan kamu, serta mengurangi risiko birokrasi yang berbelit-belit. Asuransi pribadi dapat jadi tambahan atau memang inisiatif pribadi bila perusahaan tidak menyediakannya.

7. Cek gaji pertama

Enam poin sebelumnya bisa dilakukan untuk membantu mengatur keuangan dengan pendapatan baru kamu. Untuk yang terakhir ini, perlu dilakukan ketika menerima pendapatan baru tadi pertama kali. Kesalahan pasti tidak dapat dihindarkan. Jadi, cek lagi pembayaran gaji pertama kamu untuk memastikan jumlah yang bakal kamu terima setiap bulannya.

Kalau merasa jumlahnya tidak sesuai yang disepakati, tanyakan lagi pada pihak personalia mengenai hal tersebut. Kamu jadi mengetahui bila ada potongan-potongan per bulannya. Sehingga, dapat memastikan jumlah yang dibawa pulang untuk diatur penganggarannya.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami