Home > Money & Career > 6 Kesalahan Pencari Kerja yang Bikin Gagal Mendapat Pekerjaan Impian

6 Kesalahan Pencari Kerja yang Bikin Gagal Mendapat Pekerjaan Impian

6 Kesalahan Pencari Kerja yang Bikin Gagal Mendapat Pekerjaan Impian

Mencari pekerjaan juga merupakan pekerjaan yang membutuhkan usaha untuk menyelesaikannya. Hanya saja, setelah berusaha mencari di setiap tempat dan sabar menunggu hasilnya, seringkali pekerjaan yang diharapkan tidak kunjung tiba. Pencari kerja pun mulai menelan kekecewaan hingga meruntuhkan rasa percaya diri mereka.

Merasa stuck dan putus asa ingin dapat kerjaan baru? Kamu enggak sendiri, tuh. Apalagi pada masa pandemi ini, ketika ribuan, bahkan jutaan orang,  mendapatkan pekerjaan baru setelah kehilangan pekerjaan sebelumnya.

Ditambah, banyak juga pencari kerja yang masih memiliki pekerjaan tapi ingin mencari tempat baru. Satu lowongan bisa dilamar oleh ratusan, bahkan ribuan pencari kerja. Persaingan mencari pekerjaan pun makin ketat.

Kesalahan Pencari Kerja ketika Mencari Pekerjaan

Ketika sudah puluhan, bahkan merasa hampir ribuan lamaran dikirim, tapi panggilan wawancara belum juga menghampiri, saatnya introspeksi. Seringkali ada beberapa kesalaham ketika mencari kerja yang membuat pencari kerja gagal mendapatkan pekerjaan yang diimpikannya.

Sekalipun merasa sebagai kandidat yang sempurna untuk mendapatkan pekerjaan baru, Lisa Petsinis, career dan life coach, kepada situs YourTango, mengungkapkan beberapa kesalahan pencari kerja yang sering menghambat usaha mereka tersebut.

1. Langsung kalap cari kerja

Wajar ketika orang kehilangan pekerjaan, langsung ingin dapat pekerjaan baru. Masalahnya, tanpa mengukur lagi kemampuan diri, banyak yang langsung melamar pekerjaan sana-sini dengan harapan keberuntungan menghampiri. Padahal, belum tentu membabi buta cari pekerjaan bisa membuat kamu langsung mendapat pekerjaan atau posisi baru yang lebih baik sesegera mungkin.

Mau karena di PHK atau sedang mencari tempat baru, sebaiknya gali dulu dengan matang kemampuan, kekuatan, dan pencapaian yang sudah kamu peroleh. Eksplorasi juga apa yang dibutuhkan (dari kemampuan kamu) untuk pekerjaan selanjutnya. Dengan begitu, kamu dapat fokus melamar pekerjaan yang sesuai kemampuan dan menampilkan diri dengan baik di hadapan calon perusahaan baru.

2. Melamar pada setiap lowongan pekerjaan

Masih terkait dengan poin sebelumnya, melamar pada “pekerjaan apa saja” justru akan membuat kamu makin kecewa dengan dunia kerja. Sebabnya, persaingan yang ketat membuat hanya beberapa kandidat saja yang dipanggil wawancara. Dan, yang tidak memenuhi kualifikasi, langsung dilewatkan tanpa pertimbangan banyak.

Daripada membuang-buang energi mengirimkan ke banyak postingan lowongan kerja tanpa memperhatikan kualifikasinya, lebih baik masukkan beberapa tapi memang sesuai dengan kemampuan kamu. Sehingga, peluang dipanggil wawancara lebih besar.

Memang, sih, banyak lowongan yang tidak 100% sesuai kualifikasi kita. Setidaknya, pilih yang 70-80% mendekati kualifikasi pentingnya supaya bisa dipertimbangkan perusahaannya.

3. Tidak pakai resume yang update

Resume sering jadi hambatan ketika mencari kerja karena suka malas membuatnya. Karena itu, kadang kita cuek saja menggunakan format resume lama saat mendapatkan pekerjaan sebelumnya. Padahal, seiring waktu, banyak yang berubah.

Bukan hanya pengalaman kerja dan kemampuan kamu yang berubah, metode rekrutmen juga dinamis mengikuti perubahan zaman. Karena itu, jangan lupa memperbarui resume kamu setiap akan melamar pekerjaan baru.

Jangan lupa sertakan headline atau summary pada permulaan resume. Isinya adalah secara singkat mengenai kualifikasi, pencapaian, dan kontribusi apa yang akan diberikan pada posisi dan perusahaan yang kamu lamar.

Baru, setelah itu, tuliskan pengalaman kerja dan hal penting lainnya yang perlu dicantumkan dalam resume. Tapi, tetap tuliskan dalam format yang simpel dan mudah dipahami.

4. Mengabaikan cover letter

Meski tidak diminta, sebaiknya tetap sertakan cover letter ketika kamu mengirim resume. Perekrut tidak punya waktu banyak untuk menebak-nebak alasan kamu melamar posisi yang sedang ditawarkan hanya dari resume yang kamu masukkan.

Cover letter yang tertulis dengan baik mampu mengungkapkan beberapa hal yang tidak bisa diberikan resume paling sempurna sekalipun, yaitu:

  • Alasan jelas mengapa perusahaan harus mempekerjakan kamu.
  • Memperlihatkan kemampuan menulis kamu.
  • Menunjukkan bahwa kamu memahami syarat-syarat lowongan.
  • Memberikan “kepribadian” pada lamaran kamu.
  • Membuktikan bahwa kamu memang serius ingin dapat pekerjaan tersebut.

5. Punya kepribadian berbeda-beda

Kepribadian yang dimaksud pada poin ini adalah kesesuaian antara yang ditampilkan pada resume dengan yang tertera di dunia online. Dengan kata lain, perekrut saat ini bisa saja cek dan ricek juga “perilaku” kamu di dunia maya. Mereka tidak ragu untuk mengintip media sosial atau mencari tahu tentang kamu melalui Google.

Jadi, sebelum mengirim lamaran, rapikan dulu postingan-postingan kamu di dunia maya. Misalnya, rapikan apa yang pernah kamu unggah pada media sosial, hapus postingan yang sekiranya tidak pantas ditampilkan di publik—kata-kata kasar atau ketika kamu berdebat seru sampai menyebutkan hal-hal tidak penting.

Bukan berarti berpura-pura menjadi pribadi yang lain. Namun, kamu dapat mengukur diri mana yang pantas ditampilkan dan mana yang sebaiknya hanya diketahui oleh diri sendiri sebagai bentuk profesionalitas.

Ubah juga nama email yang kekanak-kanakan atau alay untuk dikirimkan pada perusahaan baru. Lebih baik, buat email menggunakan nama lengkap kamu sehingga terkesan lebih profesional. Sesuaikan kepribadian personal dan profesional kamu dengan budaya perusahaan yang akan dilamar bila ingin memperoleh pekerjaannya.

6. Kurang persiapan saat wawancara

Bukan hanya resume yang bagus, hasil tes yang baik, atau bahkan kenalan kamu yang terkait perusahaan bersangkutan yang bakal meloloskan kamu hingga mendapatkan pekerjaan yang diincar. Namun, perlu juga sukses melalui tahap wawancara.

Bukan hanya menghadiri undangan wawancara, kamu juga harus mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan wawancara. Pelajari mengenai posisi dan perusahaannya, kenali diri dan pencapaian, juga apa yang akan diberikan pada perusahaan. Antisipasi pertanyaan dengan beragam format, gaya, dan tema yang akan dilontarkan.

Itulah enam kesalahan yang sering dilakukan saat mencari pekerjaan. Terlihat sederhana dan sudah sering diungkapkan, namun masih saja terjadi pada banyak pencari kerja saat ini. Hindari supaya pencarian kamu berbuah sukses dengan cepat.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami