Home > Money & Career > 5 Strategi Menjawab Pertanyaan Gaji yang Diharapkan ketika Wawancara Kerja

5 Strategi Menjawab Pertanyaan Gaji yang Diharapkan ketika Wawancara Kerja

5 Strategi Menjawab Pertanyaan Gaji yang Diharapkan ketika Wawancara Kerja

Salah satu pertanyaan yang paling sulit dijawab ketika wawancara kerja adalah mengenai gaji yang diharapkan. Begitu pewawancara bertanya, “Berapa gaji yang kamu inginkan?”, langsung panik dan dada berdebar keras. Pasalnya, ada dua kemungkinan, gaji yang diharapkan bisa terlalu tinggi atau malah lebih rendah dari seharusnya.

Kandidat sering ketakutan jika menyebutkan angka gaji yang diharapkan terlalu tinggi, perusahaan tidak mau menerimanya. Namun, kalau angkanya ternyata lebih rendah, dirinya malah merugi. Hal serupa disetujui oleh career coach, Joyel Crawford, kepada Muse.com, bahwa respon kandidat terhadap pertanyaan tentang gaji bisa membuat mereka didiskualifikasi dari seleksi karyawan baru.

Hanya saja, tambah Joyel, yang perlu dipahami di sini adalah perusahaan punya hak bertanya tentang jumlah gaji untuk mengukur harapan kandidat dengan bujet yang dialokasikan. Perusahaan juga ingin mencari kesepakatan mengenai jumlah gaji yang bisa memuaskan kedua pihak.

Cara Menjawab Pertanyaan Gaji yang Diharapkan

Biar bagaimana pun, diskusi mengenai gaji tetap diperlukan. Kamu pasti tidak mau, kan, bekerja dengan upah yang lebih rendah dari seharusnya? Lagipula, gaji adalah salah satu faktor penting penyemangat kerja.

Ada beberapa strategi untuk menjawab pertanyaan mengenai gaji yang diharapkan, seperti yang RoomMe rangkum dari beberapa sumber berikut ini.

Jawaban #1: Pahami tugas

Cari tahu dulu mengenai pekerjaan atau deskjob pada posisi yang kamu lamar.

“Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya ingin memahami dulu mengenai posisi dan tanggung jawabnya. Saya juga ingin tahu apa yang diharapkan dari saya jika saya bekerja di sini. Karena saya telah bekerja di posisi serupa beberapa waktu sebelum ini, saya dapat mengukur nilai saya. Jelas bahwa orang yang bekerja pada posisi ini punya peran penting bagi perusahaan. Saya juga yakin akan ditawari tugas-tugas penting. Setelah mengetahui tugas-tugas saya, baru saya harap bisa sampai pada angka yang sama.”

Jawaban #2: Tanyakan bujet perusahaan

“Untuk menjawab pertanyaan ini, saya ingin tahu berapa yang perusahaan berikan kepada karyawan sebelumnya yang berada di posisi ini? Apakah kualifikasi dan pengalamannya serupa dengan saya? Informasi ini dapat membantu saya menentukan angka tertentu (untuk permintaan gaji). Saya tahu posisi ini menawarkan banyak peluang dan sangat menyadari bahwa perusahaan akan membantu saya tumbuh. Jadi, saya yakin bukan hal bijaksana memperkirakan jumlah tertentu sekarang. Saya ingin melihat ke depan dan mungkin dalam satu atau dua hari, kita bisa menyepakati angka yang sama.”

Jika perusahaan menyebutkan angka sedikit di bawah ekspektasi, kamu bisa berkata:

“Saya sebenarnya berharap dapat diberikan kisaran gaji RpA – RpB, tapi, tentu saja ini sangat terbuka untuk kesempatan negosiasi, terutama jika gaji yang ditawarkan dibarengi benefits atau kompensasi lain.”

Namun, jika angka dari perusahaan jauh dari harapan, coba tanyakan:

“Mohon maaf, dengan pengalaman dan gaji saya saat ini (jika masih bekerja), saya belum bisa menerima kurang dari RpC. Tapi, apakah ada kemungkinan bujet dari perusahaan bisa lebih fleksibel untuk posisi ini?”

Jawaban #3: Berikan kisaran

“Secara umum, saya mencari gaji dengan kisaran Rp8 juta – Rp10 juta untuk pekerjaan baru ini, sesuai dengan pengalaman dan keahlian saya dalam (sebutkan keahlian kamu). Namun, gaji bukan satu-satunya hal penting buat saya. Saya juga ingin belajar banyak lagi soal posisi ini, perusahaan, dan lingkungan kerja di sini. Dalam iklan lowongan kerjanya, disebutkan ada asuransi kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dua hal tadi sangat penting bagi saya dan mengindikasikan bahwa perusahaan ini menghargai kesehatan dan kesejahteraan karyawannya,. Karena itu, saya fleksibel terhadap gaji yang ditawarkan, yang sesuai dengan bujet perusahaan.”

Dengan menyebutkan kisaran, kamu memperlihatkan niat baik kamu untuk lebih fleksibel dan bekerja sama dengan calon perusahaan baru. Satu tips, sebutkan kisaran terendah kamu dengan perkiraan bujet tertinggi perusahaan. Misalnya, kamu mencari gaji Rp8 juta – Rp10 juta dan diperkirakan perusahaan punya bujet Rp7,5 juta – Rp 9 juta, maka sebutkan kisarannya Rp8,5 juta – Rp10 juta. Jadi, meski perusahaan menawarkan nilai di bawah yang kamu sebutkan, kamu tetap bisa menerimanya.

Jawaban #4: Menghindar untuk menjawab

Jawaban ini bisa diberikan jika perusahaan belum menyebutkan angka yang ditawarkan ketika kamu ditanya.

“Ini pertanyaan yang jawaban sulit saya dapatkan! Jadi, begini, saya melakukan wawancara ini pada hari ini karena posisi yang ditawarkan tampak menjanjikan dan menyenangkan bagi saya. Saya melihat diri saya dapat lebih maju ketika bekerja pada perusahaan ini. Saya merasa suasana kerja di sini berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya. Uang memang penting, tapi yang tidak kalah pentingnya untuk saya adalah bekerja di perusahaan ini dengan segera. Semakin cepat saya menyesuaikan diri dengan perusahaan, semakin baik bagi saya juga. Jadi, sampai saya benar-benar diterima, saya merasa tidak sopan pada perusahaan ini jika menebak gaji secara acak.”

Jawaban #5: Tunda menjawab

“Untuk saat ini, menemukan pekerjaan (posisi) yang tepat bagi saya lebih penting daripada gaji. Saya ingin mempelajarai lebih banyak tentang posisi ini, perusahaan, serta benefits yang didapat sebelum membicarakan soal angka (gaji).”

Utarakan seperti itu jika kamu benar-benar masih ingin mempelajari lagi tentang pekerjaan dan benefits yang diberikan perusahaan. Hanya saja, jangan jadikan jawaban ini sebagai pakem karena kamu takut kehilangan posisi yang ditawarkan.

Sebagai kandidat, hal paling utama diingat ketika membicarakan gaji adalah nilai yang kamu berikan pada calon perusahaan baru. Kamu akan mendapat jumlah yang terbaik jika mengetahui nilai diri sendiri dan mengutarakannya pada mereka. Sebabnya, inti dari sebuah wawancara kerja kerja adalah perusahaan ingin jawaban mengapa mereka harus berinvestasi dengan menggaji kamu.

Riset Gaji yang Diharapkan

Dari semua kemungkinan jawaban di atas, hal paling mendasar yang perlu dilakukan adalah riset terlebih dahulu mengenai posisi yang kamu lamar. Faktor-faktor yang perlu kamu pertimbangkan antara lain standar gaji posisi tersebut, skala perusahaan, lokasi perusahaan, pengalaman, serta kebutuhan hidup kamu—terkait dengan benefits atau kompensasi yang akan diberikan perusahaan.

Memang, kadang ragu menyebutkan gaji yang diharapkan, apalagi pada awal proses wawancara. Karena itu, riset perlu dilakukan supaya kamu bisa menjawab dengan yakin jika pewawancara menanyakan angkanya.

Melakukan riset memperlihatkan bahwa kamu serius mendapatkan posisi dan ingin berkontribusi bagi perusahaan. Serta, meminimalisasi kemungkinan kamu mendapat gaji jauh dari yang diharapkan.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami