Home > Money & Career > Melawan Rasa Takut, Ini 5 Profesi Menyeramkan yang Ada di Dunia

Melawan Rasa Takut, Ini 5 Profesi Menyeramkan yang Ada di Dunia

Melawan Rasa Takut, Ini 5 Profesi Menyeramkan yang Ada di Dunia

Salah satu tujuan orang bekerja adalah mencari rasa aman dalam menjalani kehidupan. Aman di sini diwujudkan dengan aktivitas rutin sehari-hari yang sudah terukur dan menerima penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, ada prinsip “menjalani pekerjaan apa pun asal halal” yang banyak diikuti orang. Termasuk, menjalani profesi menyeramkan dengan melawan rasa takut.

Profesi yang Melawan Rasa Takut di Dunia

Pekerjaan di dunia ini memang bermacam-macam. Dari yang umum, unik, sampai yang konyol. Bahkan, yang membuat bulu kuduk berdiri juga ada yang melakukannya.

Hebatnya, meski harus berhadapan dengan rasa takut, profesi menakutkan tersebut tetap dijalani pekerjanya dengan profesional. Adrenalin yang mengalir deras justru jadi kesenangan tersendiri bagi mereka..

Berikut profesi menyeramkan di dunia yang RoomMe kumpulkan dari berbagai sumber. Siapa tahu RoomMies tertantang untuk menjalaninya.

1. Ahli Forensik Entomologi

melawan rasa takut forensik entomologi

Sumber: Minutemediacdr

Ada bidang pekerjaan yang berkutat dengan kematian, darah, atau serangga. Namun, tiga hal tadi justru menjadi lahan pekerjaan ahli forensik entomologi. Secara khusus, mereka mempelajari ilmu biologi serangga yang hidupnya sering ditemukan pada bangkai makhluk hidup yang membusuk.

Dengan kata lain, ahli forensik entomologi menggunakan keahliannya untuk penyelidikan masalah kriminal. Mereka akan menyelidiki serangga-serangga—seperti lalat, kaki seribu, laba-laba, dan lainnya—yang ditemukan pada mayat korban kejahatan yang membusuk, untuk menentukan penyebab kematian korban.

Bisa dengan cara menyelidikan penggunaan obat, racun, menentukan lokasi kejahatan, waktu kejahatan, hanya dari serangga-serangga yang biasanya “hinggap” pada bangkai (mayat).

Untuk mejalani profesi ini, ada tiga syarat utama, yaitu tidak takut dengan mayat, darah, dan serangga yang beterbangan atau merayap. Sehari-hari, kamu akan berkutat dengan tiga hal tersebut. Berani?

2. Teknisi Menara Pemancar

teknisi menawa pemancar

Sumber: Safetyoneinc

Kita dapat menonton siaran televisi atau menggunakan ponsel dengan sinyal dari provider tertentu dengan lancar berkat adanya menara pemancar. Supaya bisa berfungsi baik, tentunya tidak dibiarkan begitu saja berdiri begitu saja alias harus rutin dirawat.

Untuk itu, tidak hanya dibutuhkan teknisi yang paham untuk melakukan perawatan dan perbaikan menara pemancar, tapi juga tidak takut ketinggian

Tinggi menara pemancar rata-rata puluhan sampai ratusan meter. Seorang teknisi menara pemancar harus menaiki menara hingga ke puncaknya, sambil memeriksa dan memperbaiki peralatan (antena) pemancar yang ada.

Semua dilakukan secara manual. Risikonya tentu tinggi, yaitu menghadapi ketinggian (pada pijakan kaki yang terbatas) dan kemungkinan terkena hujan, angin, hingga petir.

3. Penjinak bom

penjinak bom

Sumber: WIkimedia

Perang dan konflik sesama manusia yang masih terjadi, terorisme, kartel obat terlarang, dan tindak kriminal lainnya membuat bom masih berisiko ditemukan di ruang publik. Bila ditemukan bom, perlu dijinakkan supaya tidak meledak dan menghancurkan lingkungan sekitarnya. Saat itulah peran seorang penjinak bom sangat diperlukan.

Penjinak bom biasanya berada di bawah ketentaraan atau kepolisian. Mereka merupakan orang yang paham teknis tentang elektronik, bahan peledak, dan hal terkaitnya. Biasanya, oleh pihak ketentaraan atau kepolisian, diberi pelatihan juga mengenai bom.

Satu hal yang ditakuti dari bom adalah ukuran kecil namun dapat menyebabkan kematian banyak orang. Oleh karena itu, penjinak bom diharuskan orang yang tidak takut pada kematian. Meski saat bekerja dilapangan dilengkapi alat pelindung, risiko nyawa terancam tetap tinggi.

4. Teknisi CTS Decon

Crime Scene

Sumber: Biotech SDFW

Keseruan serial TV seperti “CSI” dan “NCIS” memberikan kita gambaran sekilas mengenai rumit dan mengerikannya lokasi kejahatan. Namun, pernahkah terpikirkan siapa yang membersihkan lokasi kejahatan—yang berantakan dan kadang berlumuran darah—begitu investigasi selesai? Saat itulah tim CTS Decon bertugas.

CTS Decon adalah singkatan dari crime and trauma scene decontamination (dekontaminasi tempat kejadian perkara dan trauma). Teknisi CTS Decon bertugas membersihkan langsung zat-zat kotor dan berbahaya, seperti darah, potongan daging dan organ manusia (yang membusuk), zat radioaktif, obat-obatan terlarang, dan sejenisnya.

Karena itu, untuk menjadi teknisi CTS Decon tidak boleh fobia terhadap darah, jenazah, hingga kuman atau kotoran.

5. Smokejumper

smokejumper

Sumber: Jakarta Globe

Profesi ini smokejumper bisa dikategorikan sebagai petugas pemadam kebakaran. Namun, tanpa bermaksud mengecilkan profesi pemadam kebakaran, pekerjaan sebagai smokejumper risikonya sangat tinggi. Tugas seorang smokejumper adalah memadam api di tengah alam liar atau hutan belantara, sebelum api tersebut meluas dan mengakibatkan kerusakan bagi lingkungan sekitar—termasuk pemukiman manusia.

Apa bedanya dengan pemadam kebakaran? Untuk menjangkau lokasi, smokejumper menggunakan pesawat atau helikopter karena titik api di alam liar yang biasanya jauh sulit dijangkau melalui darat. Begitu tiba, mereka turun dengan melompat dari pesawat dan menggunakan parasut.

Di lokasi, mereka dibekali berbagai alat pemadam api untuk alam liar, termasuk gergaji pemotong kayu. Selain itu, mereka akan dibekali ransum untuk konsumsi selama 2-3 hari. Pasalnya, tugas tersebut biasanya berlangsung berhari-hari.

Karena itu, risiko yang dihadapi profesi melawan rasa takut ini beragam dan berujung kematian, dari melompat dari pesawat, menghadapi api yang mudah membesar, pepohonan rubuh, kelelahan, dehidrasi, hingga kehabisan makanan.

6. Pemandu Wisata Hantu

guide tur hantu melawan rasa takut

Sumber: Baltimore Sun

Ide obyek wisata bisa apa saja, termasuk wisata ke tempat-tempat horor. Untuk menambah greget dan memudahkan pengalaman kamu selama berwisata, ada pemandu wisata yang akan menuntun dan menceritakan kisah dibalik obyek wisata tersebut.

Bedakan dengan petugas rumah hantu di tempat rekreasi, ya. Pemandu wisata hantu benar-benar membawa wisatawan memasuki gedung, rumah, hingga lingkungan yang konon berhantu. Dengan kata lain, dibawa “bertemu” dengan hantu-hantu sesungguhnya.

Untuk menjadi pemandu wisata hantu, diperlukan juga banyak keahlian, antara kemampuan berkomunikasi dan bercerita secara dramatis dengan baik. Serta, mampu mengatur emosi (tidak mudah panik) dan tahu apa yang harus dilakukan bila menemui keadaan yang tidak terduga (alias bertemu hantu beneran).

Profesi pemandu wisata hantu ini banyak muncul di kota-kota di Amerika, terutama di kota yang dikenal memiliki sejarah yang kental, seperti Boston (Massachusetts), Charlotte (Carolina Utara), dan San Antonio di Texas.

7. Wartawan Perang

wartawan perang

Sumber: Smithsonian Magazine

Hal yang menyenangkan dari menjadi seorang jurnalis adalah bisa menembus banyak batas untuk memperoleh sumber berita. Namun, menjadi seorang jurnalis perang tentu jauh dari kata menyenangkan.

Jika orang umum menghindar berada di medan perang, seorang wartawan perang justru menyengajakan diri terjun ke lapangan yang tengah terjadi peperangan. Hal tersebut dilakukan demi mendapat berita yang akurat dan dipercaya.

Semua orang pasti butuh informasi terbaru mengenai peristiwa-peristiwa penting di dunia. Wartawan perang mampu menyuguhkan hal tersebut karena perang memiliki arti signifikan dalam tatanan dunia. Untuk menjadi wartawan perang, selain dibutuhkan kemampuan jurnalistik yang baik, juga perlu keahlian menghadapi situasi peperangan.

Meski demikian, belum banyak yang menjamin keselamatan para jurnalis perang. Banyak jurnalis perang yang menghadapi ancaman peluru nyasar, ledakan bom, penculikan, penganiayaan, dan berujung pada kematian.

Melansir dari World Press Institure, Terry Wolkerstorfer, mantan wartawan perang selama Perang Vietnam, menyebutkan bahwa selama 12 tahun terakhir (hingga 2019), 1000 jurnalis dilaporkan tewas ketika mencari berita dan melaporkan kepada publik di tengah medan perang. Inilah bukti bahwa profesi ini termasuk menyeramkan.

Itulah tujuh profesi yang tidak hanya butuh kemampuan fisik maupun pengetahuan ilmiah tinggi, tapi juga bisa melawan rasa takut saat menjalankannya. Ada yang menarik minat Roommies?

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami