Home > Money & Career > Bukan Hanya Chef, Ini 5 Profesi Lain di Industri Kuliner yang Bisa Ditekuni

Bukan Hanya Chef, Ini 5 Profesi Lain di Industri Kuliner yang Bisa Ditekuni

Bukan Hanya Chef, Ini 5 Profesi Lain di Industri Kuliner yang Bisa Ditekuni

Industri kuliner kini telah berkembang seiring meningkatnya kebutuhan manusia soal makanan dan minuman. Pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan seni kuliner tidak lagi disandang oleh chef, manajer restoran, bartender, barista, baker, dan sebagainya. Ada beberapa profesi yang bergelut di industri kuliner tanpa perlu menghasilkan makanan dan minuman.

Terjun ke industri kuliner saat ini tidak hanya untuk menghasilkan dan menyajikan aneka menu. Di luar posisi-posisi basic seperti yang disebutkan tadi, ada banyak kesempatan baru bagi mereka yang memiliki passion tentang kuliner. Mempercantik makanan, mengulas soal tren kuliner terbaru, hingga melakukan publikasi tempat makan adalah beberapa di antaranya.

5 Profesi Lain di Industri Kuliner yang Bisa Ditekuni

Jika kamu terinspirasi dan memiliki cita-cita berkarier di industri kuliner, berikut beberapa profesi yang tidak kalah kerennya untuk dijalani pada bidang tersebut.

1. Food Stylist

industri kuliner food stylist

Sumber: Freepik

Siapa yang tidak tertarik melihat gambar makanan di buku-buku resep atau tergoda dengan berbagai promosi kuliner di berbagai media? Tapi, salah kalau menganggap makanan yang disajikan chef—terkenal sekali pun—hasilnya akan seperti itu. Food stylist-lah yang membuat gambar-gambar makanan tadi terlihat cantik dan menggoda selera.

Sesuai namanya, food stylist bertugas menata suatu makanan atau minuman yang hendak difoto terlihat sedap dan menggiurkan. Dengan begitu, orang akan tertarik mencobanya. Peran food stylist dibutuhkan untuk pembuatan iklan, buku resep, pemotretan di majalah, menu-menu restoran, juga toko bahan makanan.

Karena fokus pada tampilan, soal rasa bukan hal utama. Food stylist akan mengaplikasikan trik-trik supaya makanan terlihat enak (tapi bukan menipu, ya). Misalnya, bagaimana agar tomat terlihat segar, ayam goreng tampak matang sempurna. Food stylist juga akan mengarahkan kameramen atau fotografer untuk mengambil gambara makanan atau minuman dari sudut tertentu supaya terlihat cantik juga lezat.

2. Konsultan Kuliner

industri kuliner konsultan

Sumber: Pexels

Ketika membuka menu baru, membuka tempat makan baru, atau re-branding keduanya, tidak serta merta pemiliknya yang terjun langsung membuatnya. Ada peran konsultan kuliner dibaliknya. Para konsultan tersebut diminta untuk membantu mencicipi menu-menu baru yang akan diluncurkan, apakah enak dan sesuai selera pasar, dan akan dimintai saran apa yang perlu ditambahkan atau dikurangi.

Begitu juga dengan membuka restoran, konsultan akan membantu menentukan jenis menu yang dihidangkan, cara melayani (pelayanan) yang akan diberikan, bentuk atau layout restonya, bahkan menyeleksi chef dan karyawan lainnya.

Tampak mudah, tapi tugas konsultan kuliner cukup berat karena harus menjamin produknya bakal diminati di pasaran. Untuk menjadi konsultan, tidak harus berlatar belakang chef, yang penting kamu memahami cara kerja industri dan punya passion terhadap dunia kuliner.

3. Restaurant Publicist

restaurant publicist

Sumber: Pixabay

Untuk dikenal dan digemari publik, pengelola restoran atau tempat kuliner lainnya perlu promosi atau publisitas. Namun, kadang mereka tidak bisa melakukannya sendiri. Pertama, karena tidak ada waktu atau sumber daya manusia yang bisa melakukannya. Kedua, karena tidak mengetahui cara melakukan dan/atau tidak mengenal siapa saja yang mesti dihubungi untuk promosi tersebut. Maka, seorang restaurant publicist dapat membantu restoran melakukan promosi tersebut.

Pihak restoran akan dibantu publicist tersebut untuk mengelola media sosial mereka sehingga efektif sebagai alat promosi resto. Setiap ada menu atau informasi baru, publicist juga akan membuat artikel atau press release yang akan dikirimkan ke berbagai media supaya dimuat atau diunggah.

Tugas lainnya seperti mengurus website resto, membuat event, marketing, beriklan, promosi, dan menjamu jurnalis, editor, dan blogger kuliner. Kemampuan yang dibutuhkan adalah kemampuan komunikasi yang baik, paham dunia public relation dan promosi, dan, pastinya, passion pada dunia kuliner. Tidak perlu sampai bisa masak banget, tapi setidaknya mengetahui berbagai wawasan soal makanan dan minuman.

4. Fotografer Kuliner (Food Photographer)

food photographer

Sumber: Pexels

Cara kerjanya tidak jauh beda dari fotografer umumnya. Mereka tetap memerlukan kamera yang andal, peralatan fotografi memadai, bahkan membuat set atau studio foto khusus. Namun, objek yang difoto adalah makanan.

Meski tidak jauh beda dari fotografer umumnya, fotografer makanan perlu keahlian artistik khusus. Mereka mesti biasa mengatur tata letak, sudut pengambilan gambar komposisi warna, fokus, dan filter seupaya fotonya bernilai seni tinggi.

Biasanya mereka bekerja bareng food stylist menghasilkan gambar-gambar kuliner yang menarik dan menggugah selera. Fotografer kuliner umumnya adalah pekerja lepas yang dibayar per proyek atau kerjaan. Karena itu, mereka bebas memilih dan mengatur waktu kerjanya.

5. Food Writer

Food writer

Sumber: Pexels

Nah, buat yang suka menulis, bisa terjun ke dunia kuliner dengan menjadi food writer. Pada profesi ini, kamu bakal menulis ulasan-ulasan mengenai menu-menu terbaru, restoran-restoran yang lagu hype, tentang para pelaku industri kuliner, hingga sejarah makanan dan minuman. Food writer bisa bekerja sebagai jurnalis, penulis buku, dan blogger.

Oleh karena itu, seorang food writer harus punya passion dan pengetahuan di bidang kuliner. Setidaknya, kamu mengetahui tentang bahan-bahan makanan dan cara mengolahnya menjadi hidangan yang enak.

Selain itu, memiliki kemampuan menulis dengan diksi dan pengetahuan grammar yang baik, bercerita, berpikir kritis, dan bisa melakukan riset dengan baik. Jadi, dalam tulisannya, tidak hanya menuliskan “ini enak banget!”, “rasanya keju banget”, “nasinya sangat berasa enaknya”, dan sejenisnya. Kamu bisa menjelaskan dengan baik mengenai makanan dan hal-hal terkait industri kuliner.

Oh, iya, bersama food photographer, food writer bakal sering diundang restoran atau perusahaan kuliner terkemukan mencicipi menu-menu terbaru mereka. Jadi, punya kesempatan memperluas jejaring di industri kuliner.

 

Itulah beberapa profesi di bidang kuliner yang bisa kamu jalani bila tertarik dengan bidang tersebut. Tidak harus selalu berada di dapur untuk menjadi profesional kuliner. Perkembangan dunia kuliner memungkinkan banyak profesi menarik lain, di luar chef atau barista, yang bisa dijalani.

 

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami