Home > Money & Career > 5 Cara Menabung dengan Mudah Saat Keuangan Menipis karena Pandemi COVID-19

5 Cara Menabung dengan Mudah Saat Keuangan Menipis karena Pandemi COVID-19

5 Cara Menabung dengan Mudah Saat Keuangan Menipis karena Pandemi COVID-19

Selain bisnis yang menurun, pandemi COVID-19 juga membuat banyak orang mengalami penurunan pendapatan. Dampaknya, bujet untuk memenuhi kebutuhan hidup juga makin menipis. Meski demikian, sebaiknya tetap cari cara menabung, untuk berjaga-jaga karena kondisi perekenomian yang masih tidak menentu ke depannya.

Seperti kata pepatah, “Jangan fokus pada hal-hal yang tidak dapat kamu lakukan, tapi fokuslah pada hal-hal yang bisa dilakukan.” Walaupun kondisi keuangan yang sedang menurun, bukan berarti Roommies tidak dapat berhemat.

Ada beberapa cara menabung yang dapat dilakukan meskipun kamu tidak memiliki uang hingga berpundi-pundi. Seperti beberapa informasi yang dibagi oleh situs The Cash In Mind tentang cara menabung ketika keuangan menipis. Biar sedikit, tetap akan berarti pada masa yang akan datang.

BACA JUGA: Cara Mengelola Keuangan Saat Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

 

1. Tidak ada jumlah yang terlalu sedikit

Dalam sehari, berapapun jumlahnya, jangan tunda lagi untuk ditabung. Misalnya, hanya punya sisa Rp 10.000 hari itu di kantong. Langsung simpan saja. Begitu akhir bulan, jumlah keseluruhan langsung dimasukkan ke tabungan di bank.

Selain itu, hati-hati pula membelanjakan uang yang dipunya meski jumlahnya tidak seberapa. Misalnya, membeli makanan hingga Rp 50.000 sekali makan atau pernak-pernik lucu yang tampaknya murah di aplikasi belanja online.

Mungkin, uang yang dikeluarkan tampak seperti receh, tapi coba disimpan. Dalam waktu sebulan pasti sudah terkumpul jumlah yang lumayan sebagai simpanan masa depan. Fokus (tabung) pada uang yang kamu miliki berapa pun jumlahnya.

 

2. Jujur pada diri sendiri

Caranya, tulis segala pengeluaran kamu sekecil apa pun. Dengan melihat daftar pengeluaran tersebut, bisa diketahui pola pembelanjaan kamu. Apakah kamu membeli kopi atau makanan siap saji hampir Rp 100.000 sekali makan, padahal masih ada makanan di kostan?

Pembelanjaan kopi atau makanan dari resto tadi sebenarnya masih dapat ditunda. Kamu masih punya makanan di kost. Karena itu, dengan catatan pengeluaran, kamu dapat mengetahui pembelanjaan mana saja yang dapat dihindari dulu.

 

3. Bayar utang

Salah satu alasan tidak dapat menabung bisanya karena memiliki utang. Karena itu, bisa memiliki utang yang masih bisa dibayar lunas saat itu juga, langsung bayarkan. Misalnya, utang kartu kredit atau pinjaman lainnya. Fokus pada utang yang paling kecil dahulu.

Sekiranya ada utang yang masih perlu dicicil sampai beberapa waktu ke depan, coba datangi pihak pemberi utang untuk menanyakan kemungkinanan keringanan pembayaran. Sehingga, masih memiliki sisa bujet untuk ditabung.

 

4. Manfaatkan promosi

Berhemat tidak harus mengorbankan kesenangan. Kamu masih bisa membeli hal-hal yang diinginkan, tapi dengan memanfaatkan promosi yang diberikan. Saat ini, pembelian online banyak menawarkan potongan harta. Bila ingin berbelanja, coba cari promosi atau potongan harga apa yang bisa digunakan.

Contohnya, manfaatkan promo bebas ongkos kirim (ongkir) di e-commerce-e-commerce yang ada. Mungkin jumlahnya tampak tidak seberapa sekali kirim. Tapi bila sering dilakukan, totalnya cukup untuk modal menabung.

Bila di satu situs belanja online tidak memberikan gratis ongkir, coba cari di situs lain untuk barang serupa. Pilihan e-commerce yang beragam memungkinkan kita mencari penawaran terbaik.

Contoh lain, bila membeli makanan dengan sistem delivery, manfaatkan kupon potongan yang ada. Coba dicari dulu sekiranya ada voucher atau rewards yang dapat digunakan untuk menghemat. Tidak perlu gengsi karena saat ini dibutuhkan kecerdikan untuk bertahan hidup.

BACA JUGA: Agar Tidak Boros, Terapkan Cara Ini Saat Belanja Online

 

5. Program “Tidak Berbelanja” selama sebulan

Cara ini perlu kemauan kuat untuk melaksanakan. Tetapkan satu bulan ketika kamu tidak akan berbelanja apapun kecuali kebutuhan hidup yang rutin. Contoh kebutuhan rutin adalah makanan, transportasi (bila masih sesekali ke luar kost untuk bekerja), bayar kost, dan biaya tagihan wajib lainnya. Sedangkan, keinginan-keinginan seperti beli baju baru, tas baru, ngopi di coffeeshop premium, jajan fast food atau makanan premium berulang kali, dihentikan dulu selama sebulan.

Kamu pasti akan takjub setelah satu bulan melihat jumlah uang yang tidak dibelanjakan dan bisa ditabung. Setelah 30 hari, kamu juga akan terbiasa tidak sembarangan membelanjakan uang yang dipunya. Sebelum membeli sesuatu, pasti bakal dipikirkan lebih banyak. Akhirnya, terbiasa berhemat dan bisa memiliki tabungan meski pemasukan sedang menipis.

BACA JUGA: Cara Mengatur Keuangan Ketika Work from Kost, Saatnya Menabung Bukan Boros

Artikel Rekomendasi kami