Home > Money & Career > 4 Cara Bijak Mengelola Uang Pesangon Agar Tidak Cepat Habis Usai di PHK

4 Cara Bijak Mengelola Uang Pesangon Agar Tidak Cepat Habis Usai di PHK

4 Cara Bijak Mengelola Uang Pesangon Agar Tidak Cepat Habis Usai di PHK

Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan momok menakutkan bagi para pekerja. Bagaimana tidak, PHK membuat para pekerja harus rela kehilangan sumber penghasilan utamanya. Meski begitu, ternyata PHK juga memberi keuntungan bagi para pekerja yang terkena, lho. Sebab, perusahaan wajib memberikan uang pesangon kepada para pekerja yang di-PHK. Pemberian uang pesangon ini sudah diatur dalam pasal 156 ayat 1 undang-undang No. 13 tahun 2003.

Nantinya, pesangon ini bisa menjadi sumber dana yang dapat digunakan untuk membiayai hidup setelah terkena PHK dan sebagai modal untuk mencari pekerjaan yang baru. Maka dari itu, pesangon ini harus dikelola sebaik mungkin dan dengan cara yang bijak.

Cara Mengelola Uang Pesangon

Lalu, bagaimana mengelola uang pesangon dengan baik? Daripada penasaran, yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Ketahui jumlah aset yang dimiliki

Sebelum mulai mengelola uang pesangon, kamu harus mengetahui terlebih dahulu jumlah aset yang dimiliki. Buat daftar aset-aset yang dimiliki mulai dari uang tabungan, dana darurat, investasi, dan pesangon itu sendiri.

Jadi, tidak hanya uang pesangon saja yang akan menjadi sumber dana kamu selama belum mendapatkan pekerjaan baru, tapi juga dari total aset-aset yang kamu miliki. Itu sebabnya, tabungan dan dana darurat penting untuk dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, karena kamu tidak akan pernah tahu hal-hal tak terduga yang akan terjadi di masa depan.

2. Catat pengeluaran harian

Setelah mengetahui jumlah aset yang dimiliki, kamu juga harus mencatat seluruh pengeluaran yang dilakukan setiap harinya. Mungkin cara ini sedikit merepotkan, tetapi efektif untuk mengelola uang pesangon yang kamu miliki.

Dengan melakukan cara ini, kamu pun akan lebih berhati-hati dalam melakukan pengeluaran setiap harinya. Untuk memudahkan kamu dalam mencatat pengeluaran harian, kamu bisa menggunakan aplikasi akuntansi yang bisa di unduh di Apps Store maupun Google Play Store.

3. Jangan terburu-buru melunasi hutang

Saat terkena PHK, kamu akan memiliki banyak dana dari uang pesangon, tapi bukan berarti kamu bisa langsung menggunakannya untuk melunasi semua hutang, ya.

Meskipun kamu cemas tidak bisa membayarnya di lain waktu, ketahuilah bahwa melunasi hutang tidak selalu jadi jalan terbaik untuk meringankan beban kamu setelah terkena PHK. Sebab, jika salah perhitungan, besar kemungkinan kamu akan berhutang kembali. Cara paling bijak mengatasi hutang di kondisi seperti ini adalah mengajukan perpanjangan waktu pelunasan sehingga nilai cicilan dapat lebih kecil.

4. Batasi pengeluaran

Supaya lebih hemat, kamu bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan anggaran hiburan (entertainment). Tapi, jika dinilai terlalu berat, maka kamu bisa menguranginya sebagian saja terlebih dahulu.

Misalnya saja, kamu yang setiap hari nongkrong di kedai kopi dengan biaya Rp50.000 – Rp100.000 per kunjungan, bisa kamu kurangi intensitas jadi satu kali seminggu.

Kamu wajib melakukan hal tersebut selama belum mendapatkan pekerjaan baru. Tidak hanya itu, alihkan dana dari hasil penghematan ini ke pos-pos lain yang jauh lebih penting, semisal menabung atau investasi.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami