Home > Money & Career > 10 Jenis Font Terbaik dan yang Perlu Dihindari Ketika Membuat CV

10 Jenis Font Terbaik dan yang Perlu Dihindari Ketika Membuat CV

10 Jenis Font Terbaik dan yang Perlu Dihindari Ketika Membuat CV

Sebuah studi oleh situs pencari kerja, TheLadders.com, menemukan bahwa perekrut rata-rata hanya menghabiskan waktu sekitar enam detik untuk membaca resume atau CV pelamar dan memutuskan langkah selanjutnya. Jadi, penting banget membuat kesan pertama yang baik—tampak profesional dan terorganisasi dengan baik—sejak mengirimkan CV. Salah satu caranya adalah dengan pemilihan jenis font yang digunakan dalam desain CV kamu.

Pemilihan font tampaknya sepele. Padahal, hanya dari jenis font, perekrut sudah bisa membaca kepribadian pelamar. Font juga dapat menonjolkan desain CV kamu dibanding kandidat lain. Jika sebuah resume sulit dibaca atau tidak disukai perekrut, mereka bisa memberikan nilai minus pada pelamar. Kemungkinan besar tidak lolos seleksi awal untuk dipanggil wawancara.

Oleh karena itu, tidak mau, kan, sudah susah payah membuat CV, tapi gagal hanya karena pemilihan jenis font? Sebaiknya, pilih font yang sekiranya sesuai dengan “kepribadian” perusahaan dan level profesionalisme kamu.

Jenis Font Terbaik dan yang Perlu Dihindari untuk CV

Ada beberapa jenis font yang beberapa waktu belakangan disuarakan oleh perekrut di dunia sebagai yang mereka sukai juga kurang menimbulkan kesan saat pertama dibaca. Aplikasi desain Canva menunjukkan jenis font terbaik dan yang perlu dihindari untuk pembuatan CV.

Font yang Disarankan Digunakan

1. Helvetica

Jenis font helvetica

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf ini banyak yang menyebutkan sebagai rajanya huruf (king of fonts). Pasalnya, bentuk Helvetica dianggap modern, ‘bersih’, jelas, tidak neko-neko, tapi tampak profesional, tulus, dan jujur. Huruf ini banyak disukai orang-orang yang bekerja di industri kreatif.

Merek-merek produk terkemuka bahkan menggunakan huruf ini untuk logonya. Ada BMW, American Airlines, hingga Microsoft. Helvetica dapat memberikan penampilan kontemporer (kekinian) pada CV kamu tapi tetap tampak profesional. Bila komputer kamu menggunakan sistem operasi Mac, Helvetica sudah tertanam di dalamnya. Namun, pada komputer Windows, kamu harus membelinya dulu.

2. Cambria

Cambria

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf yang termasuk keluarga font serif (ClearType Font Collection) ini sudah termasuk dalam software Microsoft Office dan didesain khusus supaya tampak menarik pada layar komputer. Cambria memang didesain supaya mudah dibaca pada layar komputer, tapi tetap terlihat cantik saat dicetak.

Bentuknya tampak kokoh sehingga tetap gampang dibaca meski ukurannya kecil. Cambria baik untuk CV karena enak dibaca secara online tapi tetap bagus terlihat ketika dicetak.

3. Lato

lato

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf dari keluarga sans-serif ini memiliki tampilan yang netral tapi terlihat unik saat ukurannya diperbesar. Lato dosebut sebagai huruf yang serius tapi tampak ramah (santai dan bersahabat) sehingga cocok untuk CV. Banyak yang menyukai tampilan huruf ini.

Hanya saja, Lato bukan bawaan sistem operasi komputer umumnya. Karena itu, kalau mau memakainya, harus mengunduh dan install dulu dari Google Fonts. Tenang saja, untuk mengunduh, tidak dikenakan biaya dan bisa digunakan untuk keperluan pribadi atau komersial.

4. Garamond

Garamond

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf ini mudah dibaca, simpel, dan padat. Jika menggunakan jenis huruf ini, akan memberikan sentuhan dokumen klasik, tapi dengan desain yang lebih menarik dan tidak pasaran sehingga tampak berbeda.

Desainnya yang padat membuat Garamond cocok untuk membuat resume yang padat dan singkat, yaitu bila ingin menjadikannya hanya 1-2 halaman saja. Garamond dapat menampung banyak teks dalam satu halaman tanpa menyulitkan orang membacanya atau membuat desain CV kamu terlihat ramai.

5. Georgia

Georgian

Sumber: Wikimedia Commons

Jenis font ini bisa jadi salah satu alternatif pengganti huruf Times New Roman—bila bosan dengannya. Huruf serif ini tampak klasik untuk huruf dokumen tapi tetap terasa berbeda dari Times New Roman. Desain garisnya yang tipis dan tebal di beberapa bagian membuat Georgia mudah dibaca meski dalam ukuran kecil.

Di tambah lagi, Georgia diciptakan khusus supaya mudah dibaca pada layar komputer. Dengan demikian, bakal terlihat bagus pada dokumen digital, misalnya jika kamu mengirimkan CV dalam bentuk PDF.

Font yang Perlu Dihindari

 

1. Times New Roman

Jenis Font Times New Roman

Sumber: Wikimedia Commons

Kaget karena huruf yang umum, sudah ada sejak lama, dan default ini merupakan huruf yang perlu dihindari ketika bikin CV? Tidak ada yang salah dengan desainnya. Hanya saja, saat ini, Times New Roman banyak dipandang perekrut sebagai huruf pemalas. Soalnya, orang yang menggunakan ini dianggap tidak berusaha mencari huruf yang bagus untuk CV-nya.

Huruf klasik ini juga sudah sering banget dipakai sehingga CV akan tampak ‘biasa’ saja, tidak menonjol. Perekrut akan kurang tertarik melihat CV kamu. Ditambah, Times New Roman sulit dibaca ketika ukurannya kecil dan tidak tampak menarik di layar komputer.

2. Brush Script

Jenis font brush script

Sumber: Wikimedia Commons

Pasti ada keinginan menampilkan huruf yang cantik di beberapa bagian seperti tulisan tangan supaya CV-nya tampak lebih ada kepribadian. Apalagi, inginnya tampak luwes dan kreatif bila melamar di industri kreatif.

Tapi, ah, jangan dilakukan! Terutama saja, menggunakan huruf Brush Script yang sudah umum banget. Saking umumnya, orang sudah bosan, desainnya terlihat murahan, dan kuno.

3. Courier

jenis font couries

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf ini didesain untuk meniru penulisan menggunakan mesin ketik, terutama mesin ketik listrik. Meski terlihat retro, sebaiknya hindari menggunakan untuk resume. CV kamu akan terlihat tidak update dan belum direvisi selama bertahun-tahun alias ketinggalan zaman.

Ditambah lagi, Courier adalah huruf yang monospaced, yaitu setiap huruf ukuran dan jaraknya sama. Ketikan kamu akan tampak tidak alami, apalagi begitu ditampilkan untuk penulisan satu halaman.

4. Comic Sans

comic sans

Sumber: Wikimedia Commons

Huruf ini tampak kekanak-kanakkan dan membuat penggunanya tidak tampak serius (pada konteks tertentu). Mungkin kamu ingin terlihat rileks, akrab, dan kasual dengan menggunakan huruf ini, tapi perusahaan hanya melihatnya kamu tidak profesional.

Huruf yang diciptakan tahun 1994 ini tujuannya untuk meniru tampilan teks pada buku komik. Dan, ya, hanya untuk itu saja, yaitu untuk menulis dialog pada komik. Jangan digunakan saat membuat dokumen yang sifatnya serius dan pada konteks profesionalitas.

5. Arial

arial

Sumber: Wikimedia Commons

Sama seperti Times New Roman, Arial dianggap sudah terlalu umum digunakan. Perekrut akan melihat penggunanya sebagai pemalas dan membosankan karena tidak berusaha lebih mencari font yang lebih berbeda.

Tidak ada yang salah dengan jenis font konvensional seperti Times New Roman atau Arial, tapi ada banyak pilihan lebih baik dari keduanya saat ini. Jadi, jangan malas mencarinya, ya.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami