Home > Money & Career > 10 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Gugup saat Presentasi

10 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Gugup saat Presentasi

10 Cara Ampuh Mengatasi Rasa Gugup saat Presentasi

Rasa gugup, cemas, dan takut kerap menghinggapi kala presentasi. Public speaking menjadi ketakutan tersendiri, takut dilihat sama banyak orang, takut salah, takut jelek, takut dipandang rendah, dan ketakutan-ketakutan lain yang sebenarnya belum tentu dipikirkan orang lain. Meskipun sudah berlatih ratusan kali, keringat terus membanjiri wajah dan telapak tangan. Tapi, ada banyak cara mengatasi rasa gugup agar kamu lancar saat presentasi.

10 Tips Mengatasi Rasa Gugup saat Presentasi

Dilansir dari Harvard Division of Counting Education yang ditulis oleh Marjone North, berikut ini cara mengatasi rasa gugup saat harus presentasi atau public speaking.

1. Perbanyak persiapan

Rasa gugup itu sangatlah wajar. Semua orang mengalami seperti jantung berdebar kencang atau tangan gemetaran. Jangan kaitkan perasaan ini dengan pemikiran bahwa kamu memiliki kinerja buruk atau mempermalukan diri sendiri.

Saat berbicara di depan umum hormon adrenalin berpacu dan menghasilkan keringat. Manfaatkan kondisi ini untuk lebih waspada dan siap memberikan performa terbaik.

Cara terbaik untuk mengatasi kecemasan adalah mempersiapkan, mempersiapkan, dan lebih mempersiapkan. Luangkan waktu untuk membaca catatan beberapa kali. Setelah kamu merasa nyaman dengan materinya, berlatih dan rekam, kemudian minta teman untuk mengevaluasi penampilan.

2. Ketahui audiens

Apa yang kamu sampaikan adalah tentang mereka, bukan tentang kamu. Sebelum kamu menyusun naskah, pertimbangkan untuk siapa pesan itu ditujukan. Misalnya, presentasi untuk review karyawan, presentasi laporan bulanan, atau kamu sedang menjadi pembicara sebuah workshop.

Pelajari sebanyak mungkin tentang audiensnya. Mempelajari audiens akan membantu menentukan pilihan kata, informasi, dan pernyataan motivasimu.

3. Sampaikan cara paling efektif untuk menyampaikan pesan

Buat naskah atau kerangka saat kamu harus berbicara di depan umum. Tuliskan topik, tujuan umum, tujuan khusus, ide utama, dan poin utama. Pastikan untuk menarik perhatian audiens dalam 30 detik pertama.

4. Perhatikan umpan balik dari audiens

Tetap fokus pada audiens. Lihat bagaimana umpan balik yang mereka berikan, sesuaikan dengan pesan yang ingin kamu sampaikan. Lihat ekspresi mereka apakah bingung dengan penjelasanmu atau ekspresi antusias.

5. Sampaikan pesan dengan caramu

Jadilah diri sendiri, presentasi dengan caramu sendiri. Kamu akan membangun kredibilitas yang lebih baik jika fokus pada kepribadianmu. Audiens juga akan percaya apa yang kamu katakan dan melihat kamu sebagai orang yang tulus.

6. Selipkan humor

Supaya penyampaian presentasi menyenangkan, kamu bisa lho memasukkan sedikit humor atau jokes di sela-sela presentasi. Humor juga bisa menarik audiens sehingga presentasimu tidak monoton.

7. Hindari membaca kecuali memang dibutuhkan

Membaca dari naskah atau slide power point bisa mematahkan koneksi dengan audiens. Dengan mempertahankan kontak mata, kamu akan tetap fokus pada latihan yang sudah kamu lakukan.
Slide presentasi hanya berfungsi untuk menulis garis besar pesan dan membangkitkan ingatan dan fokus pada alur presentasi.

8. Gunakan gestur tubuh yang baik

Tahukah, RoomMies, bahwa komunikasi nonverbal juga adalah bagian dari pesan? Penyampaian yang baik tapi tidak menarik akan membuat presentasi menjadi membosankan. Bahkan, mungkin audiensmu akan menyalahartikan pesan yang kamu sampaikan.

Gunakan penekanan intonasi nada suara dan gerak tangan agar pesan yang kamu sampaikan tersalurkan dengan baik kepada audiens.

9. Manfaatkan audio visual yang baik

Video memang selalu menarik, tapi akan jadi bumerang kalau kamu menyelipkan terlalu banyak video. gunakan fitur audiovisual hanya saat diperlukan untuk memperjelas konten, atau menangkap perhatian penonton.

10. Perhatikan awal dan akhir presentasi

Bukan hanya isi presentasi saja yang penting, tetapi awal dan akhir presentasi juga harus diperhatikan.
Saat membuka presentasi, daripada bilang saya hari ini mau membicarakan tentang cara beternak lele”, lebih baik berikan data yang mengejutkan, anekdot yang menarik, atau kutipan ringkas.

Misalnya: Setelah saya survey di pasar dan produsen ikan lele, harga lele di pasaran 30 ribu per kilo, tapi modalnya rata-rata hanya 5 ribu rupiah per kilo, keuntungannya banyak banget, kan?”.

Kemudian, akhiri presentasi dengan ringkasan dan pernyataan kuat yang pasti diingat oleh audiensmu.

 

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami