Home > Lifestyle > Zakat Fitrah: Tata Cara, Syarat dan Perhitungan Zakat

Zakat Fitrah: Tata Cara, Syarat dan Perhitungan Zakat

Zakat Fitrah: Tata Cara, Syarat dan Perhitungan Zakat

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan beberapa hari sebelum bulan puasa berakhir di bulan Ramadhan. Kewajiban membayar zakat fitrah berlaku bagi semua Muslim yang mampu dari segi harta, baik bagi laki-laki dan perempuan yang sudah balig maupun belum balig. 

Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain. Karena itu, setiap Muslim wajib mengeluarkan zakat satu ini untuk dirinya, keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita.

Besaran zakat fitrah lebih kecil jika dibandingkan dengan zakat mal. Kerap kali, wujud amal ini dianggap sebagai pelengkap ibadah bulan puasa karena dibayarkan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri.

Berikut ini merupakan tata cara zakat, syarat,  dan perhitungannya yang perlu kamu ketahui

Syarat, ketentuan dan penerima zakat fitrah

Meski zakat fitrah bersifat wajib, ada empat kriteria seseorang untuk menunaikannya. Yaitu:

  1. Beragama Islam.
  2. Merdeka.
  3. Mengalami pergantian waktu dari bulan Ramadan ke Syawal.
  4. Memiliki harta berlebih atas kebutuhan diri sendiri dan tanggungannya pada Hari Raya dan malam harinya.

Sementara, zakat satu ini tidak diwajibkan atas orang-orang atau golongan berikut:

  1. Orang yang meninggal dunia sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  2. Anak yang lahir setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan.
  3. Orang yang baru saja memeluk agama Islam setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan. 

Sedangkan untuk penerimanya masuk dalam delapan golongan/asnaf. Mereka adalah:

  1. Fakir.
  2. Miskin.
  3. Amil.
  4. Muallaf.
  5. Hamba sahaya.
  6. Gharimin.
  7. Fisabilillah.
  8. Ibnu sabil.

Pada prinsipnya, zakat ini dikeluarkan agar golongan fakir dan miskin bisa menikmati hari raya kemenangan. Diharapkan, saat Idul Fitri mereka bisa turut menikmati makanan dan hidangan Hari Raya bersama-sama.

Pengaturan zakat umumnya dilakukan pada akhir bulan Ramadhan dan diutamakan bagi fakir miskin, termasuk beberapa golongan orang yang berhak menerima zakat lainnya.

Perhitungan zakat fitrah

Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah sebesar satu sha’ atau empat mud (1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kilogram makanan pokok atau biasa dikonsumsi di daerah yang bersangkutan. Dalam hal ini, untuk orang Indonesia berarti beras.

Di Indonesia, zakat fitrah lazim dibayar dengan beras atau dengan uang yang setara 3,5 liter beras. Kualitas beras yang menjadi takaran adalah jenis beras yang sehari-hari dikonsumsi. 

Disarankan membulatkan hasilnya

Besaran zakat yang sudah ditetapkan bagi setiap Muslim adalah 3,5 liter atau 2,7 kilogram beras. Namun, untuk pelaksanaan pembayarannya disarankan untuk membulatkan hasilnya.

Misalnya, harga beras yang sehari-hari dikonsumsi Rp11.500 per liter, artinya jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp11.500 x 3,5 = Rp40.250. Lebih baik lagi jika digenapkan menjadi Rp50 ribu per orang.

Jika dalam satu keluarga terdiri atas ayah, ibu, dan dua orang anak, maka pembayaran zakat hanya perlu dikalikan jumlah anggota keluarga yang ada. Sesuai takaran di atas, maka total zakat yang harus dibayarkan adalah Rp50 ribu x 4 orang = Rp200 ribu. 

Artinya, seorang ayah atau kepala keluarga harus membayarkan zakat fitrah untuk diri sendiri dan tanggungannya sejumlah total Rp200 ribu. 

Pembayarannya bisa langsung diberikan melalui amil zakat atau pihak yang mengelola, mengumpulkan, dan mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak. 

Cara membayar zakat fitrah

Zakat fitrah memiliki keistimewaan, karena sangat berkaitan erat dengan bulan Ramadhan. Akan tetapi, ada macam-macam zakat lain yang boleh dikeluarkan selain bulan Ramadhan. Salah satunya, zakat mal yang bisa dikeluarkan kapan saja jika sudah mencapai nisab dan umurnya sesuai dengan harta yang disimpan atau dimiliki.

Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak.

Sedangkan zakat fitrah, hanya disyaratkan dikeluarkan di bulan Ramadhan. Namun, perlu diketahui pula bahwa keutamaannya dikeluarkan menjelang akhir Ramadhan, yaitu sehari sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

Bila zakat yang dibayarkan setelah salat Idul Fitri dianggap bukan zakat fitrah, melainkan sedekah biasa. Jika merasa khawatir atas keterlambatan melunasi zakat satu ini, cobalah membayarnya dalam bentuk uang atau transfer ke rekening bank milik amil zakat. 

Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur pembayaran zakat melalui situs atau aplikasi marketplace alias zakat online.

Artikel Rekomendasi kami