Home > Lifestyle > Anak Kost Harus Tahu, Beginilah Sejarah Kelam di Balik Tercetusnya Hari Buruh

Anak Kost Harus Tahu, Beginilah Sejarah Kelam di Balik Tercetusnya Hari Buruh

Anak Kost Harus Tahu, Beginilah Sejarah Kelam di Balik Tercetusnya Hari Buruh

Hari ini, Sabtu (1 Mei 2021) seluruh dunia tengah merayakan Hari Buruh atau yang lebih dikenal dengan May Day. Di Indonesia sendiri, tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional dan biasanya banyak buruh yang menggunakan momen tersebut untuk menyuarakan hak-haknya dengan aksi turun ke jalan.

Tapi tahukah kamu, sejarah awal tercetusnya Hari Buruh? Bila belum, yuk simak pembahasannya berikut.

Sejarah Di Balik Hari Buruh

Mengutip dari laman History.com, Hari Buruh berakar dari sebuah tragedi berdarah yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat.

Mulanya, pada puncak Revolusi Industri, ribuan pria, wanita, dan anak-anak meninggal setiap tahunnya, akibat kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang.

Untuk menghentikan kondisi tak manusiawi tersebut, Federation of Organized Trade Labor Unions (FOTLU) menggelar konferensi di Chicago pada tahun 1884. Konferensi tersebut menghasilkan sebuah tuntutan, yaitu pembatasan jam kerja buruh maksimal 8 jam sehari dan wajib diberlakukan 1 Mei 1886.

Di tahun berikutnya, organisasi buruh terbesar Amerika Serikat yaitu Knights of Labor, ikut mendukung tuntutan yang diajukan oleh FOTLU. Supaya tuntutan tersebut bisa direalisasikan, FOTLU dan Knight of Labor mengerahkan para buruh untuk mogok kerja dan berdemonstrasi.

Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi agenda bersama para buruh di Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Mei 1886, sekitar 300 ribu buruh dari penjuru Amerika melakukan aksi turun ke jalan untuk menuntut pengurangan jam kerja. Aksi ini berlangsung selama 4 hari terhitung dari tanggal 1 Mei.

BACA JUGA: 4 Tokoh Indonesia yang Menginspirasi

Awalnya, aksi protes tersebut berlangsung damai. Namun situasi berubah pada hari ketiga, saat itu kepolisian Chicago terlibat bentrok dengan beberapa buruh di McCormick Reaper Works. Akibat insiden tersebut empat orang buruh tewas.

Keesokan harinya, aksi protes kembali digelar di Haymarket Square. Aksi ini ditujukan sebagai bentuk protes tindakan represif kepolisian Chicago terhadap beberapa buruh. Semula aksi ini berjalan cukup damai, namun situasi kembali memanas. Ketika polisi hendak mendinginkan situasi, ada seseorang yang tidak bertanggung jawab yang melempar bom rakitan ke arah kerumunan.

Bom tersebut menewaskan tujuh polisi dan ratusan buruh mengalami luka-luka. Polisi pun menyikapi ledakan bom tersebut dengan menembaki kerumunan buruh yang sedang berkumpul, sehingga banyak buruh yang terluka dan tewas.

Peristiwa di Chicago itu kemudian dikenal dengan Kerusuhan Haymarket atau Insiden Haymarket. Untuk memperingati kejadian tersebut, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris, Prancis menetapkan 1 Mei sebagai May Day. Saat ini, May Day sendiri sudah menjadi hari libur resmi di 66 negara, termasuk Indonesia.

Ironisnya, Amerika Serikat justru tidak mengakui 1 Mei sebagai May Day. Padahal, Amerika Serikat adalah negara asal dari tercetusnya Hari Buruh Internasional.

Jadi, sudah tahukan sejarah di balik Hari Buruh. Yuk kita sikapi May Day dengan penyampaian aspirasi yang tidak melanggar peraturan-peraturan yang berlaku, ya.

Artikel Rekomendasi kami