Home > Lifestyle > Sedang Jatuh Cinta? Sapardi Djoko Damono Quotes Ini Bisa Menggambarkan Perasaanmu

Sedang Jatuh Cinta? Sapardi Djoko Damono Quotes Ini Bisa Menggambarkan Perasaanmu

Sedang Jatuh Cinta? Sapardi Djoko Damono Quotes Ini Bisa Menggambarkan Perasaanmu

Jatuh cinta, berjuta indahnya, apalagi ditambah kata-kata romantis dari Sapardi Djoko Damono quotes bisa menggambarkan perasaanmu.

Sapardi adalah seorang legenda dalam dunia kesusastraan Indonesia. Sejak usia 13 tahun, ia sudah menulis puisi bertemakan kasih sayang dengan luar biasa. Ia dikenal melalui berbagai puisinya mengenai hal-hal sederhana namun penuh makna kehidupan. Karena itu sehingga beberapa di antaranya sangat populer, baik di kalangan sastrawan maupun khalayak umum.

Sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja aktif menulis puisi, tetapi juga cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esai, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Sapardi Djoko Damono Quotes tentang Cinta

Nah, berikut ini kata-kata romantis dari Sapardi yang bisa menggambarkanmu ketika kamu jatuh cinta. Simak ulasannya, ya!

1. Di Restoran

Kita berdua saja duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras
Kau entah memesan apa
Tapi kita berdua saja duduk

Menghabiskan waktu berdua dengan orang yang dicinta memang indah. Tanpa dialog dan hanya hening pun kita sama-sama nyaman menghabiskan waktu berdua sama pasangan. Seperti sudah saling paham bahwa saat berdua pun tak harus ada kata-kata untuk saling berkomunikasi.

2. Dalam Doaku

“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.”

Kata orang doa adalah cara mencintai yang paling agung. Dalam doa-doa yang kita sampaikan kemudian terselip nama pasangan yang selalu kita idam-idamkan. Kamu mencintainya tapi entah apa alasannya. Perasaan ini yang bisa tergambar oleh Sapardi Djoko Damono dalam puisinya yang berjudul “Dalam Doaku”.

BACA JUGA: Rekomendasi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono

3.  Yang Fana adalah Waktu

“Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa. Tapi, yang fana adalah waktu, bukan? tanyamu. Kita abadi.”

Jika sudah bersama pasangan, berpisah pun menjadi enggan. Maunya berduaan terus menerus, membicarakan hal-hal yang tak berguna sampai masa depan, membicarakan ufo sampai feminisme, nasi padang atau sate padang. Sepasang kekasih tampaknya tak melihat apa pun yang ada di sekitarnya dan hanya memikirkan pasangannya.

4. Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Puisi Sapardi Djoko Damono ini cukup terkenal karena kisah cintanya yang romantis. Dalam kata-kata di puisi di atas, Sapardi seolah-olah mengatakan pada sang kekasih bahwa ia tak ingin apa pun selain pasangannya, mencintainya apa adanya, dengan cara yang sederhana.

Namun, dalam kesederhanaan itu juga mengandung kerumitan yang bisa diterima yang tercermin dari kata-kata ‘dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu’.

Artikel Rekomendasi kami