Home > Lifestyle > Rekomendasi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono

Rekomendasi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono

Rekomendasi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono merupakan seorang penyair yang terkenal dengan karya sastranya. Berita kepulangan Sapardi Djoko Damono pada 19 Juli 2020 lalu, membuat banyak orang merasa kehilangan. Sapardi Djoko Damono telah menjadi panutan banyak orang, karyanya pun telah mendapatkan berbagai penghargaan.

Rekomendasi Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono

Sepanjang hidupnya, beliau terkenal akan karya-karyanya seperti puisi, cerita pendek hingga novel. Berikut merupakan beberapa karya terbaik dari Sapardi Djoko Damono yang bisa kamu nikmati.

1. Hujan Bulan Juni

hujan bulan juni

Source: gramedia

“Hujan Bulan Juni” merupakan salah satu karya Sapardi Djoko Damono yang telah di filmkan pada 2017 silam. Berkisah mengenai Sarwono seorang pria Jawa tulen yang berprofesi sebagai dosen Antropolog dan Pingkan seorang wanita keturunan Manado yang berprofesi sebagai dosen muda sastra Jepang. Karena bekerja di Universitas yang sama ditambah Pingkan merupakan adik sahabatnya, mereka pun menjadi dekat.

Kisah mereka penuh liku karena perbedaan latar belakang, agama, ras dan suku yang membuat orang tua Pingkan menentang hubungannya dengan Sarwono dan lebih menyukai Katsuo, seorang pria berkebangsaan Jepang yang juga menyukai Pingkan.

“Hujan Bulan Juni” telah diterjemahkan ke dalam empat bahasa yakni Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab. Berawal dari sebuah puisi, “Hujan Bulan Juni” juga diproduksi menjadi novel, dan sebuah lagu. Berikut sedikit cuplikan puisi yang cukup terkenal dari Sastrawan Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu.

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu.

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu.

2. Yang Fana Adalah Waktu

Yang Fana Adalah Waktu

Source: Shopee

“Yang Fana Adalah Waktu” merupakan seri terakhir dari trilogi Hujan Bulan Juni. Masih tentang Sarwono dan Pingkan yang masih harus terpisah jarak karena Sarwono sedang menjalani masa penyembuhan karena penyakitnya dan Pingkan yang kembali melanjutkan studinya di Jepang.

Disinilah akhir kisah cinta Sarwono dan Pingkan akan terjawab. Apakah mereka akan bersatu dan mengalahkan semua perbedaan atau justru perbedaan tersebut yang membuat mereka berpisah.

Yang fana adalah waktu.
Kita abadi memungut detik demi detik,
merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.

BACA JUGA:

3. Manuskrip Sajak Sapardi

Manuskrip Sajak Sapardi

Source: Tokopedia

“Manuskrip Sajak” Sapardi berisikan coretan sajak tulisan tangannya sendiri dari 1958 hingga 1970an. Pada masa itu, Sapardi masih mengandalkan tulisan tangan untuk membuat karyanya hingga nantinya Beliau mengirimkan ke media massa atau penerbit untuk dijadikan buku. Sapardi yang tidak sengaja menyimpannya membuat manuskrip tersebut tidak tercecer setiap kali Beliau pindah rumah.

Manuskrip tersebut berisi sekitar 200 tulisan Sapardi Djoko Damono yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa atau siapa pun yang ingin mempelajari sastra.

4. Bilang Begini, Maksudnya Begitu

Bilang Begini, Maksudnya Begitu oleh Sapardi Djoko Damono

Source: Tokopedia

Di buku ini Sapardi mengajak pembaca yang belum dekat dengan sastra untuk lebih mengenalnya. Beliau ingin membuat pembaca lebih mengenal puisi dan mengapresiasi puisi seperti apa yang disampaikan penyair. Karena disetiap puisi pasti selalu ada makna kiasan dan terpendam. Lewat buku inilah Sapardi ingin membuat pembaca lebih mengerti gaya penulisan tersebut.

Itu beberapa karya Sapardi Djoko Damono yang bisa kamu baca. Beliau memang telah berpulang, namun karyanya akan tetap abadi sepanjang masa.

Artikel Rekomendasi kami