Home > Lifestyle > 5 Film Spesial Natal yang Bukan tentang Natal untuk Memeriahkan Natal Anak Kost

5 Film Spesial Natal yang Bukan tentang Natal untuk Memeriahkan Natal Anak Kost

5 Film Spesial Natal yang Bukan tentang Natal untuk Memeriahkan Natal Anak Kost

Perayaan Natal tidak pernah luput ditemani oleh berbagai film seru bertema Natal. Sambil berkumpul bersama keluarga, sambil menonton film-film tersebut. Tidak harus yang baru rilis, film-film lamanya juga tidak pernah membosankan untuk ditonton. Uniknya, beberapa film tersebut tidak bertema Natal, tapi terasa sebagai film spesial Natal.

Kalau membicarakan film tentang Natal, ada “Home Alone”, “Santa Klaus”, dan “Jingle All the Way” yang secara khusus menyajikan bagaimana suasana perayaan Natal. Namun, ada juga film-film yang tidak secara khusus berbicara soal Natal, hanya ada beberapa unsur dalam filmnya yang terkait Natal. Misalnya, tradisi kumpul dengan keluarga, dekorasi Natal, atau latar belakang waktu musim dingin pada plotnya.

Film Spesial Natal yang Bukan tentang Natal untuk Anak Kost

Ketika ingin hiburan yang unik saat Natal di kost, jangan lewatkan lima film spesial Natal berikut. Film-filmnya memang lawas, tapi dijamin tidak pernah membosankan untuk ditonton. Disamping karena jalan cerita yang seru, teknik pengambilan gambar atau sinematografinya juga menarik.

1. Trilogi The Lord of the Rings

The Lord of the Rings

Sumber: Britannica

Rilis: 2001 – 2003

Resensi: Frodo dan tiga orang temannya dari ras Hobbit, yang hidup di dunia imajiner Middle-Earth, berniat memusnahkan sebuah cincin yang bisa merusak dunia—One Ring—di tempatnya dibuat, yaitu Gunung Doom, di Mordor. Cincin tersebut hanya bisa dihancurkan di Gunung Doom. Dibantu beberapa ras penghuni Middle-Earth (wizard, elves, dwarfs, dan manusia), Frodo dan teman-temannya melakukan perjalanan penuh bahaya melintasi Middle-Earth selama berbulan-bulan.

Alasan: Film yang disutradarai oleh Peter Jackson ini terbagi jadi tiga bagian dan dirilis antara tahun 2001 – 2003. Film yang diadaptasi dari novel berjudul serupa ini sama sekali bukan tentang Natal. Hanya saja, pasti ada saluran televisi yang menayangkan saat Natal.

Memang, pada saat dirilis adalah pada akhir tahun atau dalam suasana perayaan Natal. Lebih dari itu, pada seri pertamanya, The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring, ada adegan yang melibatkan lokasi penuh salju. Suasana Natal “Winter Wonderland” terasa kental karena adegan tersebut.

2. Seri Harry Potter

Harry Potter

Sumber: Refinery29

Rilis: 2001 – 2011

Resensi: Kisah seorang anak laki-laki, Harry Potter, yang tinggal di dunia manusia (Inggris). Ternyata, dirinya adalah seorang penyihir berbakat. Untuk mengasah kemampuannya, Harry dibawa ke dunia sihir dan bersekolah di sekolah khusus penyihir, Hogwarth. Ternyata, takdir Harry yang lain adalah harus berhadapan dengan tokoh jahat dan kuat, Voldermort, yang hendak menguasai dunia.

Alasan: Musik yang megah, suasana Hogwart yang pas dengan nuansa Natal, salju ketika film berlatar musim dingin, serta aneka sihir (magic) yang sering mewakili semangat Natal. Menonton film Harry Potter seakan-akan menyemangati perayaan Natal juga.

3. Edward Scissorhands

Edward Scissorhands

Sumber: Variety

Rilis: 1990

Resensi: Edward adalah seorang manusia buatan (humanoid) yang dibuat seorang penemu tua untuk menjadi anaknya, Mereka tinggal kastil gotik di suatu bukit pada sebuah kota. Sambil menunggu karyanya sempurna, penemu tersebut membuat tangan Edward sementara dari gunting-gunting tajam. Malang, belum selesai tangannya dibuat, sang penemu meninggal karena serangan jantung, meninggalkan Edward dengan tangan guntingnya.

Bertahun-tahun kemudian, dirinya ditemukan seorang ibu penjaja kosmetik, Peg Boggs, yang kemudian membawa Edward ke kota dan tinggal bersama keluarga mereka. Keunikan penampilan Edward dengan tangan guntingnya awalnya membuat penduduk kota tersebut terkagum-kagum. Namun, Edward yang polos sering mengalami kesulitan dengan tangan guntingnya. Dirinya sering tanpa sengaja melukai orang lain hingga membuatnya dituduh sebagai pembunuh.

Alasan: Ini bukan drama Korea ya, tapi salah satu film masterpiece karya sutradara eksentrik, Tim Burton, yang merupakan film fantasi romantis. Kisah intinya adalah tentang sosok humanoid Edward yang jatuh cinta dengan anak perempuan Peg Boggs, Kim.

Film ini jadi terasa film spesial Natal karena ada cerita tentang Edward yang memahat bongkahan es dan serpihannya seakan-akan jadi seperti salju. Sementara, di kota tersebut tidak pernah turun salju. Ketika akhirnya Edward kembali tinggal di kastilnya, setiap Natal, ia akan memahat patung es dan serpihannya turun menyelimuti kota tersebut.

4. While You Were Sleeping

Film Spesial Natal While You Were Sleeping

Sumber: Popsugar

Rilis: 1995

Resensi: Lucy adalah seorang penjaga loket tiket kereta bawah tanah di Chicago yang diam-diam naksir dengan seorang penumpang langganan kereta, Peter. Namun, mereka tidak saling mengenal, apalagi berkenalan. Pada hari Natal, Lucy menyelamatkan Peter yang terjatuh ke rel kereta karena ulah sekelompok berandalan.

Namun, Peter jadi tidak sadarkan diri. Lucy menemani Peter hingga ke rumah sakit. Perawat di RS ternyata salah mendengar dan menganggap Lucy sebagai tunangan Peter. Perawat tersebut pun memberitahu keluarga Peter tentang hal tersebut.

Mereka bahagia karena Peter ternyata punya tunangan dan membawa Lucy merayakan Natal di rumah mereka sambil menanti Peter sadar. Lucy yang tinggal sendiri juga senang dengan keberadaan keluarga yang hangat. Ia pun tak sanggup memberitahu mereka bahwa dirinya tidak kenal sama sekali Peter dan terus berbohong mengenai dirinya hingga Peter sadar saat Tahun Baru.

Alasan: Film ini bergenre komedi romantis dan lebih fokus pada soal relationship dan hubungan dengan keluarga. Plot semakin menarik ketika Jack, adik Peter, bertemu Lucy dan jatuh cinta padanya meski dia juga curiga bahwa Lucy sebenarnya berbohong. Namun, karena film yang dibintangi oleh Sandra Bullock ini berlatar waktu saat Natal dan Tahun Baru, sering orang menganggapnya sebagai film spesial Natal.

5. Die Hard

film spesial Natal Die Hard

Sumber: New York Times

Rilis: 1988

Resensi: Satu hari menjelang Natal, John McClane yang berprofesi sebagai detektif pada Kepolisian New York, tiba di Los Angeles. John hendak mengunjungi istrinya yang sudah lama hidup terpisah, Holly, untuk mencoba berdamai. Saat itu, Holly sedang ikut pesta Natal di kantornya, perusahaan Jepang, Nakatomi Corporation. Karena itu, John mengunjungi Holly di kantornya di gedung Nakatomi Plaza.

Ketika sedang berganti pakaian, kantor Holly didatangi teroris asal Jerman. Para teroris meminta sejumlah tuntutan sambil menyandera Holly dan rekan-rekan kerjanya. Tinggal John yang tidak tersandera karena sedang berganti pakaian. Berbekal kemampuannya sebagai polisi dengan senjata seadanya, John mencoba mengalahkan para teroris dan menyelamatkan sandera-sanderanya.

Alasan: Die Hard memiliki beberapa sekuel dan franchise film lainnya. Namun, film bagian pertama yang dibintangi aktor gaek Bruce Willis ini mungkin yang paling berbekas di ingatan penonton. Aksi Bruce Willis mengalahkan beberapa anggota teroris selalu bikin terkagum-kagum meski sudah disaksikan berulang-ulang.

Filmnya sendiri bergenre action, bukan film keluarga khas Natal. Karena, berlatar suasana Natal, seakan-akan menjadi film spesial Natal. Saluran TV juga sering menayangkan Die Hard saat liburan Natal. Lama-lama, Die Hard seperti film spesial Natal.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami