Home > Lifestyle > 10 Rutinitas yang Perlu Dilakukan untuk Jaga Keamanan Data Digital Pribadi

10 Rutinitas yang Perlu Dilakukan untuk Jaga Keamanan Data Digital Pribadi

10 Rutinitas yang Perlu Dilakukan untuk Jaga Keamanan Data Digital Pribadi

Teknologi digital memang makin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital kamu. Untuk itu, wajib banget untuk menjaga keamanan data digital pribadi.

Mudah Memberikan Data Digital Pribadi

Melansir dari The Conversation, penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesi menemukan bahwa 92% responden mudah memasukkan informasi data pribadi berupa nama ke aplikasi di internet, 79% mau memberikan informasi tentang tempat dan tanggal lahir mereka, dan 65% memberikan alamat pribadi. Artinya, tanpa berpikir lebih panjang, masyarakat Indonesia bersedia memasukkan data pribadi mereka secara digital.

Masih banyak orang yang menganggap kebocoran data digital pribadi—seperti nama, alamat, nomor KTP, nomor rekening tabungan, data medis, data genetik, dan lainnya—bukan hal yang membahayakan.

Padahal, bila data-data pribadi tersebut jatuh pada orang yang tidak bertanggung jawab, berpotensi disalahgunakan. Data-data kamu dapat digunakan untuk berbuat kejahatan, mencuri uang, sasaran penipuan, bahkan kamu bisa dituduh sebagai pelaku kejahatan.

Salah satu kasus yang pernah menarik perhatian adalah penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) untuk registrasi kartu SIM telepon seluler pada tahun 2018 lalu. Lalu, baru-baru ini, ada dugaan bahwa data penderita positif COVID-19 telah bocor dan diperjualbelikan. Padahal, pemerintah menjamin kerahasiaan data pasien COVID-19.

Cara Menjaga Keamanan Data Digital Pribadi

Dikutip dari Katadata, riset Center for Digital Society (CfDS) menunjukkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang rawan terjadi penipuan terhadap pengguna layanan e-commerce dan perbankan digital. Pada tahun 2019 saja, terdapat 1.507 kasus penipuan digital.

Itulah mengapa penting untuk menjaga keamanan data pribadi di dunia digital. Tidak perlu muluk-muluk, hal-hal sepele yang dilakukan saat menggunakan internet dan/atau gawai pribadi juga memiliki manfaat besar. Sama seperti rajin menjaga kebersihan diri sendiri yang berguna bagi kesehatan, coba secara rutin melakukan beberapa hal berikut saat melakukan aktivitas digital.

1. Password yang aman

Kebersihan pribadi pasti diawali dari hal-hal dasar, seperti rajin mandi, mencuci tangan, cuci muka, dan menggosok gigi. Begitu pula dengan keamanan online pribadi, yang utama adalah memiliki password yang aman. Buat password pada berbagai platform digital yang coba kamu masuki atau gunakan. Seperti, pada ponsel, laptop, email, WhatsApp, dan lainnya.

2. Buat daftar akun

Saat ini, banyak platform digital yang selalu meminta orang yang baru pertama kali menggunakan untuk membuat akun dahulu. Tanpa disadari, kamu telah membuat banyak akun pada berbagai platform digital. Karena itu, selalu mencatat akun apa saja yang pernah kamu buat.

Selanjutnya, tempatkan pada prioritas akun-akun yang sering kamu gunakan, terutama bila satu akun digunakan pada berbagai platform. Misalnya, Google untuk Gmail, GDrive, Apple untuk iCloud, App Store, Apple Music, juga Facebook untuk Instagram.

Dengan membuat daftar tadi, kamu bisa rutin cek berbagai akun yang ada apakah masih aman digunakan atau pernah coba disusupi orang lain. Biasanya, akun-akun yang sering digunakan menarik perhatian penjahat digital karena pemakaiannya diasumsikan pasti sangat bernilai.

3. Password-nya berbeda-beda

Hindari membuat password yang sama pada berbagai platform digital yang kamu gunakan. Selain itu, buat password yang mudah diingat oleh kamu tapi tidak mudah ditebak orang lain. Misalnya, password yang kata-katanya hanya kamu yang tahu karena tidak pernah membicarakan pada orang lain. Dan, jangan membicaraka memberitahukan juga dengan orang lain kalau kamu membuat password dengan kata-kata tersebut.

Bila kewalahan terlalu banyak password, bisa ditulis pada satu tempat khusus—seperti Note pada ponsel—tapi jangan sampai orang lain bisa tahu bahwa yang kamu tulis adalah kumpulan password-mu. Coba tidak memberi keterangan bahwa tulisan tersebut adalah password pribadi kamu.

4. Bersihkan data-data browsing

Aktivitas browsing tidak hanya membuat kamu menerima informasi, tapi juga web tersebut akan mengirimkan cookies. Cookies adalah istilah untuk pengumpulan data dari sebuah komputer dan mengirimkannya kembali ke situs yang dikunjungi.

Cookies tidak menyimpan data pribadi seperti nomor kartu kredit atau alamat IP. Tapi, Cookies akan mempermudah server pada web yang kamu kunjungi untuk mengatur supaya informasi tadi sesuai dengan kebutuhan atau kesukaan kamu ketika mengunjungi webnya. Hal tersebut bisa dipakai sebagai data profiling atau menyusun berbagai informasi tentang kamu, selanjutnya dijadikan target pengiklan hingga hacker.

Karena itu, selalu bersihkan cookies pada browser yang kamu gunakan setelah selesai “berselancar”, ya. Caranya, bisa kamu klik sesi pengaturan (setting) pada browser, lalu cari cookies, dan klik “clear cookies”.

5. Sembunyikan identitas

Lelah harus selalu hapus cookies setelah browsing? Gunakan mode privat, VPN, atau aplikasi penyembunyi identitas atau IP lainnya. Penggunaan Virtual Private Network (VPN) adalah cara terbaik untuk melindungi privasi Internet kamu.

VPN akan mengganti IP address jaringan yang kamu gunakan dan mengalihkannya pada nomor IP address yang lain. Dengan cara begitu, segala aktivitas online kamu jadi tidak “terlihat”.
Bahkan, aktivitas online sesederhana mencari informasi di Wikipedia atau Google, bisa jadi sasaran kejahatan online. Jadi, lebih baik berjaga-jaga sebelum terlambat.

6. Selalu baca Terms & Condition-nya

Tidak setiap perusahaan selalu sama memperlakukan privasi seseorang sama. Karena itu, biasakan selalu membaca terms & conditions saat mulai membuat akun atau apa pun yang meminta kamu mengetahui dulu persyaratan mereka. Mungkin selama ini kamu selalu melewati bagian terms & conditions tersebut, selalu setuju saja tanpa membaca atau memperhatikannya terlebih dulu.

Jangan klik “agree” sampai sudah mengerti dan memahaminya. Kamu pasti tidak mau kan, ada yang bisa mendapatkan data-data pribadi kamu dan menjualnya kepada pihak lain.

7. Pasang antivirus dan aktifkan firewall

Antivirus dapat menjadi pertahanan kamu terhadap konten yang berbahaya bagi data digital pribadi di Internet. Program antivirus yang kuat akan melindungi gawai kamu dari serbuan malware, seperti spyware, virus, Trojan, dan lainnya. Gandakan keamanan dengan mengaktifkan firewall pada pengaturan.

Banyak juga langkah-langkah pengamanan lain dari ahli-ahli teknologi, data digital, bahkan para hackers. Karena itu, jangan lupa untuk selalu membaca artikel atau informasi terbaru pada bidang teknologi guna menambah wawasan kamu.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami