Home > Lifestyle > Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka Agar Bebas Lemas Saat Puasa

Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka Agar Bebas Lemas Saat Puasa

Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka Agar Bebas Lemas Saat Puasa

Lemas saat puasa itu wajar, RoomMies. Hal ini karena selama berpuasa, asupan kalori kita berkurang drastis selama kurang lebih 8-9 jam sehari. Belum lagi ketika menjalani puasa kita harus beraktivitas seperti sedia kala. Selama berpuasa, kamu juga mengubah pola makan, tidur, dan jam biologis tubuh. Dehidrasi dan lapar membuat tubuh memperlambat metabolismenya untuk menggunakan energi seefisien mungkin. Itulah sebabnya kamu merasa lemas seharian dan tak memiliki energi.

1. Memahami Kebutuhan Nutrisi

Selama bulan Ramadan, penting untuk memenuhi jumlah energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuhmu di siang hari. Itulah sebabnya kamu harus makan makanan yang kaya akan protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air yang cukup. Akan tetapi, kamu harus memenuhi kebutuhan tersebut dalam waktu yang singkat. Jika kamu memenuhi semua kebutuhan itu pada saat sahur, tubuhmu tidak dapat memanfaatkan asupan energi sekaligus. Menurut Ismet Tamer, PhD, seorang Nutrition Advisory Board mengatakan bahwa hal ini justru malah menambah penambahan berat badan karena metabolisme tubuhmu beradaptasi selama bulan Ramadan.

BACA JUGA: Timun Suri Segar Untuk Buka Puasa, Bermanfaat Juga Buat Kesehatan

2. Cara Makan yang Tepat Agar Bebas Lemas Saat Puasa

Makan saat sahur

Makanan sahur harus sehat untuk menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama jam-jam puasa yang panjang. Sahur harus mencakup makanan berikut:

–          Buah-buahan san sayur-sayuran

Buah dan sayur mengandung serat yang sangat penting selama puasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah sembelit. Sayur dan buah juga kaya akan vitamin dan mineral.

–          Karbohidrat

Makanan karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, membantu mempertahankan tingkat energi lebih lama.

–          Daging dan alternatifnya

Ayam tanpa kulit, ikan, dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein yang baik untuk asupan lemak. Selain itu, daging juga membantu memperbaiki dan membangun jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh. Kamu juga sebaiknya mengonsumsi produk susu berkalsium tinggi juga membantu mempertahankan tulang yang kuat.

3. Makan saat berbuka puasa

Buka puasa adalah saat kamu mengisi kembali tingkat energi sehingga makanan utama yang sebaiknya konsumsi adalah:

–          Buah dan sayur-sayuran

Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan 2 porsi sayuran dan 2 porsi buah per hari agar tetap sehat. Untuk itu, pastikan kamu makan 2 porsi sayuran saat berbuka dan 2 porsi buah untuk camilan malam. Kurma bisa juga dikategorikan sebagai buah dan bisa dimakan sebagai takjil. Selain sebagai sumber energi yang sangat baik, kurma juga kaya kalium – membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Seperti yang disunahkan Nabi, makan kurmanya jangan banyak-banyak, ya. Cukup 3 butir sebagai pengganti gula yang hilang di dalam tubuh.

–          Nasi dan alternatifnya

Roti gandum, nasi merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberi energi, serat, dan mineral bagi tubuh. Makanan ini menyediakan tingkat energi yang lebih stabil dan berkelanjutan daripada cake manis yang mengandung gula dan kalori yang sangat tinggi.

–          Daging dan alternatifnya

Masukkan menu yang kaya protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak pada saat berbuka puasa.

 

Selain jenis makanan di atas, jangan lupakan minum air putih cukup ya, RoomMies. Meskipun kamu mendapat 40% air dari makanan, kamu harus tetap memenuhi asupan 1,5 dan 2,5 liter air sehari. Atau setara dengan dua sampai tiga gelas air setiap jam dari berbuka puasa sampai sahur. Selamat berpuasa!

Artikel Rekomendasi kami