Home > Lifestyle > 5 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

5 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

5 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Awal kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 ditandai dengan dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan RI oleh Presiden Indonesia saat itu, Soekarno. Perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi negara merdeka ternyata belum selesai pada tanggal 17 Agustus 1945 tersebut. Untuk berdiri sebagai sebagai negara yang berdaulat, perlu ada pihak lain atau negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia di dunia.

Arti Penting Pengakuan Kedaulatan

Definisi “negara” secara internasional telah disepakati dalam Konvensi Montevideo tahun 1933 (Montevideo Convention on Rights and Duties of State). Pada konvensi tersebut, untuk berdirinya suatu negara, mesti dipenuhi empat syarat, yaitu populasi yang permanen (rakyat), wilayah, pemerintahan, dan kapasitas untuk memasuki pergaulan dunia internasional.

Tiga syarat pertama merupakan hal mutlak secara hukum internasional atau disebut juga unsur konstitutif. Sedangkan, syarat terakhir terjadi apabila ada pengakuan kemerdekaan dari negara lain atau disebut sebagai unsur deklaratif. Bukan unsur mutlak, tapi unsur deklaratif penting supaya suatu negara tidak diasingkan dari hubungan internasional.

Kemerdekaan Indonesia pun tidak otomatis diakui sesaat setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan. Baru beberapa bulan setelahnya, negara-negara internasional mengakui kemerdekaan kita. Bahkan, Belanda baru menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada pemerintah RI (disebut Republik Indonesia Serikat waktu itu) pada tanggal 27 Desember 1949. Malah, baru pada tahun 2005, Belanda mengakui bahwa hari kemerdekaan Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945.

5 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Meski demikian, ada negara-negara di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia jauh sebelum Belanda melakukannya. Di antaranya lima negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia pertama kali berikut ini.

1. Mesir

Negara paling pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia adalah Mesir, yaitu pada tanggal 22 Maret 1946. Pengakuan kedaulatan ini berasal dari dukungan dalam negeri (rakyat) Mesir. Saat itu, dilansir dari Liputan6.com, media-media massa di Timur Tengah menampilkan pernyataan partai politik dan ormas setempat tentang sikap Belanda yang masih membayangi Indonesia meski telah memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Selain itu, mahasiswa dan pemuda Mesir juga berdemonstrasi di depan Kedutaan Belanda di Kairo.

Maka, pada tanggal 22 Maret 1946, Sekretaris Jenderal Keamanan Mesir, Kamil Abdurahim Bey, bertanya pada perwakilan Indonesia di Mesir mengenai hubungan Indonesia dan Belanda. Kemudian, Kamil Abdurahim, menurut M Zein Hassan Lc dalam bukunya Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, seperti dikutip Liputan6.com, menganggap warga negara Indonesia di Mesir tidak ada hubungan lagi dengan Perwakilan Belanda. Hal ini menyiratkan pengakuan kemerdekaan Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia dan Mesir telah menjalin hubungan diplomatik yang erat.

2. Suriah

Meskipun Indonesia sudah mengumumkan kemerdekaannya, agresi militer oleh Belanda masih terus terjadi. Permasalah tersebut diperjuangkan oleh negara-negara Liga Arab untuk dibahas pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salah satunya Suriah. Bahkan, Suriah memberikan pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 2 Juli 1947.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Suriah kemudian dibuka pada tahun 1950. Namun, kegiatan mempererat diplomatik terhenti sejak Suriah dilanda konflik. Namun, hubungan keduanya tidak padam dan saling mendukung dalam forum internasional. Seperti diungkapkan dalam situ Kemlu.go.id, terlepas dari konflik yang melanda wilayah Suriah, Indonesia, melalui pemerintah dan masyarakat kedua negara tetap berupaya menjalin hubungan secara maksimal.

3. Irak

Hubungan antara Irak dan Indonesia telah dimulai berabad-abad sebelumnya melalui hubungan perdagangan. Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-8 telah berhubungan dengan kekhalifan Islam di Timur Tengah. Mereka saling melakukan hubungan perdangan, juga menukarkan ide-ide dan menyebarkan Islam.

Atas dasar hubungan yang sudah terjalin tersebut, Irak menjadi negara ketiga yang mengakui kemerdekaan Indonesia, yaitu pada tanggal 9 Juli 1948. Pada saat itu, dukungan diberikan Irak atas dasar persamaan agama, kekeluargaan, juga karena rasa persaudaraan.

Hubungan diplomatik pun terjalin sejak tahun 1950. Irak dan Indonesia makin erat terjalin dengan sama-sama masuk dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). OKI berdiri untuk menciptakan perdamaian dan keamanan negara-negara Islam. Perang di Irak pada tahun 1980 – 1990-an sempat menghentikan hubungan bilateral kedua negara. Tapi, kini sedang dalam proses menghidupkan kembali hubungan tersebut.

4. Vatikan

Negara Eropa yang memberikan pengakuan kemerdekaan RI adalah Vatikan, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1947. Bahkan, pada tahun yang sama, pemerintah Indonesia mendirikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vatikan. Begitu juga Vatikan yang hadir secara resmi di Indonesia melalui Kedutaan Besar Vatikan (Apostolic Nunciature) sejak tahun 1950.

Pengakuan Vatikan ini diberikan atas landasan dan falsafah bernegara yang sama, yaitu mendukung perdamaian dunia, kerukunan umat beragama, serta kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

5. Lebanon

Pengakuan kemerdekaan Indonesia pertama kali juga datang dari Lebanon pada 29 Juli 1947. Bahkan, pengakuan tersebut datang sendiri dari Presiden Lebanon saat itu, Bechara El-Khoury. Hubungan diplomatik pun secara resmi berlangsung sejak tahun 1950.

Kantor perwakilan RI di ibukota Lebanon, Beirut, yang sempat ditutup pada tahun 1976 karena perang saudara Lebanon, dibuka kembali pada pertengahan tahun 1996—menjadi kantor Kedutaan Besar RI.

Itulah lima negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia pertama kali. Jika diperhatikan, pengakuan tersebut sebagian besar datang dari negara-negara timur tengah. Secara resmi, sidang Dewan Liga Arab pada tanggal 18 November 1946 menganjurkan semua negara Liga Arab untuk mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Mereka pun tidak ragu mendukung Indonesia dengan dasar ikatan agama, persaudaraan, dan kekeluargaan.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami