Home > Lifestyle > 5 Cara Bingkisan Lebaran Membawa Kebaikan Bagi Diri Sendiri

5 Cara Bingkisan Lebaran Membawa Kebaikan Bagi Diri Sendiri

5 Cara Bingkisan Lebaran Membawa Kebaikan Bagi Diri Sendiri

Salah satu tradisi untuk merayakan Idul Fitri adalah memberikan bingkisan Lebaran kepada teman atau kolega kerja. Bingkisan Lebaran atau sering juga disebut parcel bukan sekadar memberikan barang. Baik yang berukuran besar atau sedang yang mudah dibawa-bawa, ada manfaat tersendiri dari pemberian tersebut.

Pemberian Bingkisan Dalam Islam

Memberikan bingkisan (hadiah), dilansir dari situs berita Quartz, juga dianjurkan dalam agama Islam. Hal ini terlihat dari beberapa kisah tentang Nabi Muhammad SAW yang seringkali menerima dan memberi hadiah seperti parfum, baju, dan hewan ternak.

Satu hadiah yang paling sering diberikan dan diterima beliau adalah makanan atau kebutuhan pokok. Bahkan, Nabi Muhammad menetapkan tiga waktu utama umat muslim seluruh dunia untuk bergembira dan saling berbagi kebutuhan pokok. Yaitu, pada bulan Ramadan seperti ketika berbagi makanan saat buka puasa, saat Idul Fitri dengan zakat fitrahnya, dan Idul Adha.

Kebutuhan pokok (makanan) merupakan “hadiah” yang populer sejak zaman Nabi Muhammad hingga abad ke-20 lalu. Makanan dianggap sebagai hadiah yang bernilai dan sangat berharga.

BACA JUGA: Kisah-Kisah Saling Membantu Dalam Islam Sebagai Teladan di Bulan Ramadhan

Manfaat Memberi Bingkisan Lebaran

Namun, kini, peran makanan telah diganti oleh jenis hadiah lainnya. Sebab, yang bernilai utamanya tidak hanya materi yang diberikan. Ada manfaat tertentu yang timbul dari memberikan bingkisan lebaran, seperti yang dilansir dari Greater Good Magazine berikut ini:

1. Memicu kebahagiaan

Peneliti dari National Institutes of Health, dalam sebuah studi pada tahun 2006, menemukan bahwa ketika seseorang memberi, bagian otak yang terkait dengan kesenangan, hubungan sosial, dan kepercayaan akan menjadi aktif. Para peneliti juga meyakini perilaku altruistrik (peduli pada orang lain) membuat otak melepaskan hormon endorphin, sehingga timbul perasaan positif yang istilahnya disebut helper’s high.

2. Meningkatkan kesehatan

Berbagi membuat perasaan bahagia sehingga menurunkan stres yang sering jadi penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan. Dalam penelitian pada tahun 2006 oleh Rachel Piferi dari John Hopkins Uniersity dan Kathleen lawler dari University of Tennessee, diketahui orang yang gemar memberikan dukungan sosial pada orang lain, ternyata memiliki tekanan darah lebih rendah dari yang jarang melakukan. Karena itu, tingkat stres mereka lebih rendah dan kesehatan lebih terjaga.

3. Menimbulkan perasaan bersyukur

Dalam bukunya, Positivity, Barbara Fredrickson menyebutkan ketika mengekspresikan rasa syukur tadi dalam bentuk kata-kata atau perbuatan (memberi) tidak hanya meningkatkan sifat positif dari diri sendiri, tapi juga pada orang lain. Dan, pada prosesnya, seseorang yang memberi tadi ikut menebar kebaikan dan memperat hubungan baik dengan sesamanya.

BACA JUGA: 

4. Memperat hubungan dengan sesama manusia

Menurut ahli sosiologi, Brent Simpson dan Robb Willer, ketika memberikan sesuatu untuk orang lain, perbuatan tersebut besar kemungkinan akan mendapatkan balasannya. Tidak harus dari orang yang kita beri, bisa orang lain lagi yang melakukannya. Akhirnya, kita akan merasa saling terhubung dengan orang lain juga.

Kita tidak hanya membuat orang lain lebih dekat dengan kita, tapi kita juga akan merasa lebih dekat pada orang lain tersebut.

5 Menularkan kebaikan

Ketika kita memberikan bingkisan, tidak hanya membantu penerima bingkisan tadi memenuhi kebutuhannya. Pemberian tadi bisa menyebarkan sifat mau berbagi di masyarakat.

Secara ilmiah, penelitian Paul Zak, Direktur Center for Neuroeconomics Studies, Claremont Graduate University, menemukan bahwa ketika seseorang memberikan sesuatu, tubuhnya akan memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini dapat menimbulkan perasaan ingin memberi dan empati terhadap orang lain.

Efek hormon oksitosin ini kemudian bisa menginspirasi atau memicu orang lain untuk berbuat baik juga.

Bingkisan Lewat Donasi Online

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, berbagi bingkisan lebaran pada yang membutuhkan pasti sangat dinantikan. Terutama saja oleh mereka yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami kesulitan ekonomi.

Bila kamu tidak bisa memberikan bingkisan lebaran langsung pada mereka, dapat ikut program donasi online RoomMe #SeribuUntukBangkit. Program donasi yang berlangsung dari tanggal 1-22 Mei ini dapat Roommies lakukan di Pedulisehat.id sebagai partner platform donasi.

BACA JUGA: Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan Yang Bisa Dilakukan #diKostAja

Uniknya lagi, program yang berpartner dengan Genflix ini dapat dilakukan mulai dari nominal Rp 1000 saja. Nantinya, hasil pengumpulan donasi akan diberikan pada mereka yang menggantungkan hidup dari dan terkena imbas Covid-19 secara ekonomi.

Antara lain, para pedagang kecil, pengendara ojek online, pedagang asongan, pekerja warung/toko kecil, panti asuhan, panti jompo, hingga buruh pabrik. Bantuan yang akan diberikan dalam bentuk pangan/sembako.

Caranya mudah:

  • Salurkan Donasi “Seribu Untuk Bangkit”, melalui halaman khusus RoomMe pada website Pedulisehat.id.
  • Pilih metode pembayaran seperti Gopay, Ovo, Dana, Transfer Bank hingga Virtual Account
  • Pastikan kamu telah mengisi data email dan nomor handphone aktif, ketika berdonasi melalui Pedulisehat.id.
  • Tim RoomMe akan mengirimkan kode akses layanan streaming dari Genflix, langsung ke email dan nomor handphone kamu. Karena, bagi yang telah berdonasi, dapat menikmati akses gratis layanan streaming film selama satu bulan di Genflix gratis.
  • Untuk donasi, KLIK DI SINI
Artikel Rekomendasi kami