Home > Lifestyle > Anak Kost Pakai Twitter Stories? Ini 5 Aplikasi Media Sosial Lain dengan Fitur Serupa

Anak Kost Pakai Twitter Stories? Ini 5 Aplikasi Media Sosial Lain dengan Fitur Serupa

Anak Kost Pakai Twitter Stories? Ini 5 Aplikasi Media Sosial Lain dengan Fitur Serupa

Pada tanggal 19 November 2020 lalu, Twitter secara resmi merilis fitur baru bernama Fleet. Meski sudah memiliki nama, banyak yang menyebutnya sebagai Twitter Stories. Pasalnya, fitur tersebut mirip dengan fitur Stories di beberapa media sosial lain. Sebelumnya, memang ada beberapa media sosial yang sudah membuat fitur serupa.

Tentang Stories

Fitur Stories pada media sosial adalah postingan di luar unggahan reguler pada feed-nya, berbentuk vertikal satu layar penuh, dan hanya bisa dilihat selama 24 jam—jika tidak dikumpulkan. Meskipun bisa disimpan, sifat sementara Stories tadi (hanya terunggah 24 jam) tersebut yang membuat fitur ini populer.

Postingan (Stories) jadi terasa langka karena hanya dapat diakses ‘sebentar’, membuat orang merasa harus selalu cek media sosial bersangkutan untuk melihat stories supaya tidak tertinggal tren. Hasil laporan Statista menyebutkan bahwa aplikasi media sosial semakin meningkat jumlah penggunaannya setelah ada fitur Stories.

Tidak hanya postingan yang bersifat masif dan sementara yang membuat Stories begitu populer. Namun, juga karena lebih interaktif. Pengguna tidak hanya posting foto, tapi bisa menambahkan animasi, sticker, dan musik. Dapat juga posting list, polling, survey, hingga pertanyaan.

Sifat Stories seperti itu pula yang berlaku pada Twitter Stories alias Fleet. Postingan yang hanya berlangsung selama 24 jam membuat pengguna merasa lebih bebas posting apapun, tanpa terbeban harus menarik atau estetis.

5 Media Sosial yang Punya Fitur Serupa Twitter Stories

Ketika Instagram meluncurkan fitur Stories pada tahun 2016, banyak yang mempertanyakan apa menariknya membuat postingan yang hanya dapat dilihat sebentar dan bakal hilang setelah 24 jam. Nyatanya, dalam waktu empat tahun, popularitas fitur tersebut menyamai feed atau timeline pada tampilan muka (interface) Instagram.

Stories pun mengubah wajah media sosial. Pengguna semakin intensif memakai media sosial demi melihat Stories. Kepopulerannya membuatnya media sosial lain meluncurkan fitur serupa. Seperti, lima media sosial berikut yang sudah punya Stories sebelum Twitter.

1. Snapchat

snapchat dan twitter stories

Sumber: Forbes

Pengguna Stories bisa berterima kasih kepada Snapchat. Konsep postingan vertikal yang bisa hilang dalam waktu sebentar, tidak perlu dibuat estetis, dan bisa dipilih siapa yang melihatnya berawal dari kehadiran Snapchat. Aplikasi media sosial tersebut diluncurkan pada tahun 2011. Snapchat sangat populer di negara asalnya, Amerika Serikat.

Ada dua fitur Snapchat yang paling populer. Pertama adalah “Snap”, yaitu postingan apapun yang akan hilang setelah dilihat. Jadi, jika teman mengirim postingan (Snap), kamu hanya bisa melihatnya sekali. Kamu juga bisa membalas postingan tadi, disebut Snapback.

Fitur populer kedua adalah Story, yang merupakan inspirasi dari segala Stories saat ini. Kalau Snap dapat hilang setelah dilihat, Story bisa dilihat lagi selama 24 jam setelah diunggah. Yup, konsep yang mirip banget dengan Stories saat ini.

2. Instagram Stories

instagram stories

Sumber: Fortune

Meski Snapchat telah hadir, Instagram pada saat itu masih tetap jadi aplikasi media sosial populer di dunia. Namun, pada tahun 2016, lima tahun setelah Snapchat lahir, Instagram meluncurkan fitur “Stories” yang konsepnya sama dengan Story-nya Snapchat. Sama banget sampai-sampai saat diluncurkan, orang-orang menanyakan alasan Instagram membuat Stories.

Ternyata, meski awalnya dicibir sebagai plagiat, Instagram Stories mampu memikat banyak pengguna dan jadi salah satu fitur media sosial yang paling populer saat ini. Jika postingan Instagram terasa statis dan mudah tenggelam dalam feed (timeline) apabila tidak sering cek (update), Stories justru berbeda.

Unggahan Stories justru lebih statis, kasual, dan sangat update. Pengguna tidak perlu terlalu memikirkan apakah unggahannya sudah estetis atau belum. Toh, bakal hilang dalam 24 jam. Instagram Stories pun jadi primadona media sosial saat ini.

2. Facebook Story

facebook stories

Sumber: Digital Information World

Beberapa bulan setelah Instagram Stories meluncur, Facebook pun menciptakan fitur serupa bernama Facebook Story. Tidak banyak perbedaan, cara mengunggah yang sama, bentuk unggahan yang sama, juga waktu tayangnya sama-sama 24 jam. Kalau mau membuat Facebook Story, tinggal klik fitur “Create a Story”, nanti prosesnya sama seperti Instagram Stories.

Sebenarnya, tidak aneh jika Facebook akhirnya meniru fitur Instagram. Facebook adalah pemiliki Instagram juga sejak dibeli pada tahun 2014. Jadi, Facebook dan Instagram memang berafiliasi. Karena itu pula, ketika kamu mau mengunggah Instagram Stories, kamu bisa menyimpannya juga di Facebook Stories.

3. Status (WhatsApp Stories)

whatsapp

Sumber: Digital Information World

Selain Facebook Stories, Facebook juga telah membuat fitur serupa pada aplikasi pesan (chat) yang paling populer di dunia, WhatsApp pada tahun 2017. Disebut “dibuat oleh Facebook” karena WA telah diakuisisi oleh Facebook sejak tahun 2014. Pada tahun 2017, WA tercatat sebagai aplikasi berbagi cerita terbesar kedua—setelah Instagram—yang dimiliki oleh Facebook (Facebook Portfolio).

Fitur Stories pada WA ini dinamakan “Status”. Namun, meski disebut “status”, cara kerjanya mirip dengan Stories, yaitu pengguna bisa mengunggah foto, video, atau teks, dengan bentuk vertikal, dan tayang selama 24 jam saja.

Pengguna juga bisa mengunggah beberapa Status dan pembacanya (audiens) bisa melihat semua status dengan swipe. Dengan begitu, tidak perlu bertanya atau chat untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan atau dipikirkan seseorang. Cukup dengan cek Status-nya.

4. Reels (YouTube Stories)

youtube reels

Sumber: digital Information World

Tren video-video singkat di media sosial menular juga ke platform untuk sharing video, YouTube. Walaupun isi YouTube sudah berupa aneka video dengan durasi beragam—dari pendek hingga panjang—YouTube tetap belum puas. Mereka tetap menghadirkan unggahan video singkat yang diberi nama Reels.

Sama seperti Stories lain, Reels dapat ditambahkan filter, musik, teks, hingga stiker. Bedanya, seperti video-video YT umumnya, bisa muncul pada setiap timeline pengguna tanpa perlu subscribe kanal YT tersebut. Video Reels juga berdurasi hingga 30 detik dan tidak akan hilang dari laman profil pemiliknya.Reels tidak dapat di-swipe seperti Stories lain, harus kembali ke laman utama untuk melihat Reels lain.

Hanya saja, Reels hanya dapat digunakan oleh pemilik kanal (content creator) yang telah memiliki lebih dari 10.000 subscribers. Jadi, tidak setiap pemilik akun YouTube atau Google—karena YouTube milik Google—bisa menggunakan Reels.

5. LinkedIn Stories

linkedin

Sumber: Marketing Land

Aplikasi media sosial yang sering digunakan untuk tujuan profesional (karier), LinkedIn, tertarik juga memiliki fitur Stories. Bahkan, formatnya tidak berbeda jauh dengan Instagram Stories. Bentuknya vertikal, videonya (dan gambar) hanya bisa berdurasi 20 detik, serta hanya bisa tayang 24 jam.

Adanya LinkedIn Stories, LinkedIn menawarkan para anggotanya untuk berbagi berita, cerita, dan highlights lainnya dalam kehidupan profesional mereka sehari-hari. Dalam situsnya, LinkedIn menjanjikan fitur Stories sebagai cara termudah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan serta guna membangun hubungan yang bermakna dengan komunitas profesional.

Itulah lima aplikasi media sosial atau platform untuk berbagi konten yang memiliki fitur Stories seperti Twitter Stories Rata-rata mereka memiliki format Stories yang sama, yaitu berisi gambar (yang bisa dilihat beberapa detik) dan video singkat, yang sifatnya lebih kasual.

Sebenarnya ada beberapa aplikasi lagi yang sudah punya fitur semacam Stories, termasuk aplikasi belanja online Shopee yang punya Shopee Stories. Kabar terbaru, aplikasi streaming musik Spotify juga sedang menjajaki kemungkinan punya Stories. Meski dianggap meniru, tren Stories tampaknya tidak akan tenggelam dan bakal diikuti aplikasi-aplikasi lain di dunia maya.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami