Home > Health > 7 Tips Puasa Bagi Penderita Maag Supaya Lancar dan Berkah

7 Tips Puasa Bagi Penderita Maag Supaya Lancar dan Berkah

7 Tips Puasa Bagi Penderita Maag Supaya Lancar dan Berkah

Bagi yang punya gangguan pencernaan seperti maag, sering ada rasa cemas ketika akan menjalankan ibadah puasa. Penyebabnya adalah perubahan pola makan. Selama kurang lebih 14 jam, perut tidak terisi apapun hingga berbuka puasa. Karena itu, perlu tips puasa bagi penderita maag.

Sebenarnya, RoomMies tidak perlu khawatir karena puasa memberikan kesempatan untuk mengembalikan pola makan dengan baik. Bila dijalankan dengan baik, puasa dapat mengurangi risiko kambuhnya maag di kemudian hari.

Maag terjadi karena peningkatan asam lambung dan menimbulkan iritasi pada lambung. Seringnya, peningkatan asam lambung tersebut terjadi ketika perut tidak terisi selama 6-8 jam. Oleh karena itu, penderita maag perlu memperhatikan asupannya selama puasa.

Sakit maag ada dua macam, dikutip dari CNNIndonesia.com, yaitu maag fungsional dan organic. Maag organik muncul karena kelainan atau luka pada organ tubuh yang mengakibatkan nyeri di perut. Contoh maag organik adalah penyakit GERD.

Sedangkan, maag fungsional dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup, porsi makan, dan cemas berlebihan. Penderita maag fungsional ini umumnya masih diperbolehkan puasa tanpa pengawasan dokter. Namun, tetap perhatikan beberapa hal yang perlu dihindari.

Berikut tips puasa bagi penderita maag

1. Hindari makan berlebihan ketika sahur dan berbuka

Ketika berpuasa, sering timbul keinginan menyantap berbagai jenis makanan ketika waktunya tiba. Padahal, ketika makanan terlalu banyak masuk, lambung akan bekerja lebih keras, membuat perut terasa begah dan penuh.

Karena itu, siapkan saja makanan secukupnya yang sekiranya mampu dikonsumsi dengan baik. Biasanya, baru dua jenis makanan, sudah cukup membuat perut kenyang ketika berbuka. Dan, karena waktu sahur masih dini hari, makan secukupnya sudah mengenyangkan.

2. Tahan diri tidak mengonsumsi makanan pemicu maag.

Baik berbuka, apalagi ketika sahur, hindari makanan yang dapat menimbulkan gangguan lambung. Seperti, yang mengandung cuka, lada, terlalu pedas, dan bumbu merangsang. Juga makanan berlemak, cokelat, keju, dan gorengan.

Buah yang asam juga berisiko meningkatkan asam lambung, misalnya jeruk, lemon, dan tomat. Atau, buah yang mengandung banyak gas seperti durian dan nangka.

3. Perbanyak minum air putih

Air putih dapat mengganti cairan yang hilang selama puasa. Ketika berbuka, usahakan awali dengan minum air putih hangat supaya kondisi lambung “tidak kaget”.  Jika ingin ditambah minum jus, pilih yang buahnya tidak asam.

Hindari minuman berkaborasi atau bersoda, kafein, dan alcohol karena hanya akan meningkatkan produksi asam lambung.

BACA JUGA:

4. Pilih makanan yang berkabohidrat kompleks

Nasi merah, gandum, oatmeal memiliki karbohidrat kompleks dan waktu cerna yang lama sehingga dapat membuat kamu kenyang lebih lama dan menyerap asam lambung berlebih untuk mengurangi risiko maag.

Makanan lain yang boleh dikonsumsi seperti kurma yang banyak mengandung serat dan gula, almon yang kaya serat dan protein, serta pisang sebagai sumber potasium dan magnesium. Bila ingin mengonsumsi daging, pilih yang rendah lemak seperti dada ayam dan ikan.

5. Jangan langsung tidur setelah makan.

Memang, selesai makan sering timbul rasa kantuk. Tapi, usahakan jangan langsung tidur setelah makan. Posisi berbaring menyebabkan kantup antara kerongkongan dan lambung tertekan, menyebabkan isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Akibatnya, lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko maag.

Kalau memang sudah mengantuk banget, coba tidur namun sambil bersandar atau dalam keadaan duduk. Dengan begitu, makanan dapat dicegah naik lagi ke kerongkongan.

6. Hindari stres

Penderita maag juga harus bisa mengelola stres dan mengendalikan emosi. Menurut penelitian, ketika stres atau emosi, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap nyeri yang ditimbulkan oleh peningkatan asam lambung.

Coba melakukan teknik relaksasi diri untuk mengendalikan emosi. Jangan lupa untuk tidur yang cukup sekitar 6-8 jam per hari supaya tubuh memperoleh istirahat yang maksimal.

7. Minum obat antimaag

Jika sehari-hari kamu tidak bisa lepas dari obat antimaag, boleh mengonsumsi obat-obatan golongan antasida, penghambat reseptor, atau H2 ketika sahur dan berbuka puasa. Obat-obatan ini untuk mengontrol asam lambung sehingga keluhan yang timbul saat berpuasa dapat dikurangi.

Itulah tips puasa bagi penderita maag. Kamu bisa berkonsultasi dulu kepada dokter mengenai kondisi lambung kamu, apakah memungkinkan untuk berpuasa atau tidak. Dan, bila masih mengalami gangguan asam lambung selama puasa, segera konsultasikan pada dokter.

Meski puasa Ramadhan wajib, namun agama tidak memaksa kamu yang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban tersebut dengan cara biasa. Bisa dicarikan cara atau alternatif lain untuk menjalankannya.

Semoga puasa kamu lancar dan sehat, ya!

Artikel Rekomendasi kami