Home > Health > Sering Di Derita Idol Korea, Ini Gejala Depresi Yang Harus Diketahui

Sering Di Derita Idol Korea, Ini Gejala Depresi Yang Harus Diketahui

Sering Di Derita Idol Korea, Ini Gejala Depresi Yang Harus Diketahui

Selama beberapa tahun belakangan, semakin banyak idol Korea yang menyatakan jika mereka mengalami depresi akibat aktivitas mereka di dunia hiburan. Ada yang mengalami depresi karena komentar kebencian, ada juga yang depresi karena mengalami bullying oleh member lainnya.

Dilansir dari Halodoc, depresi adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus-menerus merasa tertekan atau kehilangan minat dalam beraktivitas, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehari-hari.

Gejala Depresi

Isu kesehatan mental memang sedang banyak dibahas akhir-akhir ini di Indonesia, karena itu banyak anak muda yang mengklaim dirinya mengalami depresi. Nah sebenarnya bagaimana gejala depresi itu? Berikut RoomMe rangkum gejala depresi yang harus kamu ketahui.

1. Memburuknya Suasana Hati Secara Berkelanjutan

Orang yang mengalami depresi biasanya cenderung sering merasakan suasana hati yang buruk seperti merasa hampa, sedih dan putus asa. Suasana hati tersebut sering terjadi begitu saja tanpa alasan apa pun.

2. Tidak Tertarik Pada Aktivitas Menyenangkan

Normalnya, orang-orang akan merasa tertarik pada setiap aktivitas menyenangkan terutama jika aktivitas tersebut merupakan kegemarannya mulai dari bermain game hingga menonton film. Nah penderita depresi tidak akan merasakan hal-hal menyenangkan dari kegiatan tersebut. Dan perasaan menyenangkan saat melakkukan aktivitas tersebut cenderung menghilang.

3. Sering Merasa Lelah dan Kekurangan Energi

Orang yang menderita depresi cenderung merasa lelah dan kekurangan energi setiap saat. Rasa lelah yang mereka rasakan membuat mereka cenderung malas untuk mengurus diri seperti makan hingga membersihkan diri.

4. Sulit Berkonsentrasi

Penderita depresi cenderung sulit untuk berkonsentrasi terhadap sesuatu yang dikerjakannya. Hal tersebut tentu akan berdampak terhadap pekerjaan atau tugas-tugas kuliah/sekolah.

5. Gangguan Tidur

Orang yang mengalami depresi sering mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur disini bukan hanya kesulitan tidur (insomnia) namun juga bisa tidur terlalu lama dari biasanya atau terus merasa mengantuk sepanjang hari.

6. Cenderung Ingin Melukai Diri Sendiri

Satu hal yang membahayakan diri dari penderita depresi adalah kecenderungan untuk melukai diri sendiri. Biasanya mereka yang ada dipikiran mereka hanyalah bagaimana caranya untuk menyakiti diri sendiri. Karena mereka merasa hal tersebut dapat meringankan beban yang mereka rasakan.

BACA JUGA:

Jenis-Jenis Depresi

Ternyata depresi memiliki berbagai jenis yang dibagi berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut beberapa jenis depresi yang dilansir dari Alodokter.

1. Depresi Mayor

Kondisi ini berlangsung selama lebih dari 2 minggu yan ditandai dengan munculnya perasaan sedih, hilang minat terhadap hal menyenangkan dan merasakan gejala depresi lainnya selama setiap hari dan hampir setiap saat.

2. Distimia

Merupakan kondisi dimana depresi mayor terjadi berlangsung minimal 2 tahun.

3. Gangguan bipolar

Bipolar adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis pada dua periode waktu. Biasanya seseorang akan mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).

4. Depresi postpartum

Biasanya kondisi ini dialami oleh wanita yang baru melahirkan. Biasanya mereka akan merasakan gejala depresi mayor selama 1 minggu hingga 1 bulan setelah melahirkan.

5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Beberapa wanita biasanya merasakan gejala depresi saat sebelum dan selama menstruasi. Gejala ini berbeda dengan gejala PMS yang biasa dialami banyak wanita.

6. Depresi atipikal (atypical depression)

Depresi atipikal ditandai dengan munculnya beberapa gejala depresi yang tidak khas seperti peningkatan berat badan yang drastis, tidur yang berlebihan, sedih yang berlebihan dengan penolakan. Biasanya gejala tersebut dapat mereda dengan adanya suasana atau kejadian positif.

Namun jika disertai dengan gejala psikotik seperti halusinasi, gangguan pola pikir hingga delusi, kondisi itu disebut dengan psychotic depression.

 

Jika kamu mengalami gejala diatas, kamu bisa membuat janji dengan dokter. Banyak orang yang merasa malu untuk berkonsultasi mengenai masalah mental yang dialaminya, satu hal yang kamu tau jika masalah kesehatan mental bukanlah aib yang harus membuat kamu merasa malu. Semakin cepat kamu konsultasi ke dokter maka semakin cepat juga masalah mental kamu teratasi.

Dan jika kamu mengalami hal-hal seperti ingin melukai diri sendiri atau kamu melihat seseorang yang cenderung ingin melakukan bunuh diri, kamu bisa langsung menghubungi Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di 021-500-454 atau nomor darurat 112.

Artikel Rekomendasi kami