Home > Health > Sering Alergi? Ini Alternatif Pengganti Pembalut Yang Bisa Kamu Coba

Sering Alergi? Ini Alternatif Pengganti Pembalut Yang Bisa Kamu Coba

Sering Alergi? Ini Alternatif Pengganti Pembalut Yang Bisa Kamu Coba

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami oleh semua wanita. Menstruasi terjadi karena proses luruhnya dinding rahim karena tidak ada sel telur yang dibuahi. Normalnya menstruasi terjadi selama 3-7 hari dengan siklus 27 sampai 35 hari. Wanita yang sedang menstruasi sering kali mengalami banyak masalah mulai dari perubahan mood, kram perut, nyeri otot atau sendi, sakit kepala hingga alergi.

Ada sebagian wanita yang mengalami alergi pembalut dengan ditandai dengan munculnya ruam di sekitar vagina, gatal, kulit kemerahan, bahkan hingga menyebabkan vagina membengkak. Alergi pembalut tentu akan membuat siapa pun yang mengalaminya merasa tidak nyaman.

Alternatif Pengganti Pembalut

Bagi kamu yang alergi terhadap pembalut, kamu bisa mencoba beberapa alternatif pengganti pembalut berikut ini.

1. Menstrual Cup

Pengganti pembalut menstrual cup

Source: Pexels

Menstrual cup merupakan salah satu pengganti pembalut yang sedang populer belakangan ini. Pengganti pembalut berbentuk seperti corong dengan bahan karet yang lentur. Cara penggunannya cukup mudah, kamu tinggal memasukkannya ke dalam vagina dengan cara melipat bagian corongnya. Bagian cawan menstrual cup nantinya akan menahan darah yang keluar dari dinding rahim dengan daya tampung hingga 30 ml.

Penggunaan menstrual cup sebenarnya masih cukup asing bagi wanita Indonesia, karena cara penggunaannya yang harus memasukkan ke dalam vagina, banyak wanita yang cukup takut untuk menggunakannya terutama bagi wanita yang belum menikah.

Memilih menstrual cup pun tidak bisa sembarangan, kamu harus teliti saat memilih ukuran dan bahan yang digunakan juga harus bebas lateks dan hipoalergenik. Untuk ukuran, biasanya menstrual cup wanita yang belum pernah melahirkan lebih kecil daripada wanita yang sudah melahirkan.

Daya tahan Menstrual cup ialah selama 6 hingga 10 bulan. Jika kamu menggunakan menstrual cup, kamu harus memperhatikan cara perawatannya agar tetap higienis dan aman saat dimasukkan ke dalam vagina. Jadi setiap selesai digunakan, kamu harus langsung membersihkan menstrual cup dengan sabun. Begitu juga saat pertama kali menggunakannya, kamu harus merebus di dalam air mendidih selama 5 menit dan jangan sampai menyentuh dasar panci karena dapat merusak karetnya. Dan jangan lupa cuci tangan sebelum dan saat ingin melepas menstrual cup dari vaginamu.

Lipatan menstrual cup

Source: Pinterest

Untuk melipat menstrual cup juga ada beberapa jenis lipatannya loh mulai dari C-fold, S-fold, 7-fold, dan punch-down. Kamu bisa mencoba beberapa lipatan tersebut hingga mendapatkan lipatan yang sesuai.

BACA JUGA:

2. Tampon

pengganti pembalut tampon

Source: Pexels

Tampon memiliki cara penggunaan yang hampir sama dengan menstrual cup. Bedanya, tampon berbentuk tabung kecil dengan panjang 3-5 cm yang terbuat dari bahan yang menyerap cairan. Pada bagian ujung tampon terdapat benang yang digunakan untuk menarik tampon jika ingin diganti. Namun tampon harus langsung diganti saat sudah digunakan selama 4-6 jam agar tidak bocor dan meninggalkan bercak darah. Tampon juga memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda.

Kamu bahkan dapat berenang saat menggunakan tampon. Namun bagi yang pertama kali menggunakan tampon, mungkin akan merasa tidak nyaman. Tapi tenang, penggunaan tampon tidak akan menimbulkan rasa sakit. Jika kamu mengalami rasa sakit saat ingin menggunakannya mungkin itu diakibatkan tubuh kamu yang sedang tegang. Karena itu, kamu harus memasang tampon dalam keadaan rileks. Kamu juga harus mencoba berbagai jenis tampon yang sesuai dengan jumlah darah yang dikeluarkan.

Selain itu pilih tampon dengan benang yang kuat, karena ada beberapa kasus tampon tertinggal di dalam vagina karena benang tampon terputus saat ditarik.

3. Reusable Menstrual Pad

Penganti pembalut

Source: AliExpress

Menstrual pad memiliki bentuk yang sama dengan pembalut biasa, bedanya menstrual pad terbuat dari bahan yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Umumnya, menstrual pad terbuat dari bahan kain lembut (microfiber) yang memiliki daya serap tinggi dan lapisan luar menggunakan bahan polyester. Di pasaran terdapat banyak ukuran menstrual pad mulai dari 20 cm, 27 cm, 35 cm hingga 40 cm.

Rata-rata wanita yang menggunakan reusable menstrual pad, karena ingin mengurangi limbah dari pembalut sekali pakai yang dapat merusak lingkungan. Selain itu menggunakan pembalut dengan bahan kain juga tidak akan menyebabkan iritasi pada selangkangan yang biasanya terjadi saat menggunakan pembalut sekali pakai.

Reusable menstrual pad, umumnya dapat digunakan selama 3-5 jam. Karena jika darah haid sedang banyak-banyaknya, akan ada kemungkinan darah menggenang karena kemampuan kain untuk menyerap cairan tidak sebagus pembalut sekali pakai.

Saat membersihkannya pun tidak boleh sembarangan, kamu bisa menggunakan sabun batang bayi atau sabun popok bayi yang cukup aman bagi pemilik kulit sensitif. Selain itu, juga jangan mengucek menstrual pad terlalu keras. Cukup gosok menstrual pad secara perlahan agar tidak merusak tekstur kain. Saat membilasnya, pastikan tidak ada lagi sisa sabun yang tertinggal.

Itulah beberapa alternatif pengganti pembalut yang bisa kamu gunakan agar terhindar dari alergi dan iritasi lainnya yang disebabkan oleh pembalut sekali pakai.

Artikel Rekomendasi kami