Home > Health > Cek Hand Sanitizer Kamu! Ini Kadar Alkohol yang Tepat untuk Cegah Penularan Covid-19

Cek Hand Sanitizer Kamu! Ini Kadar Alkohol yang Tepat untuk Cegah Penularan Covid-19

Cek Hand Sanitizer Kamu! Ini Kadar Alkohol yang Tepat untuk Cegah Penularan Covid-19

Rajin cuci tangan jadi senjata penting saat ini untuk mencegah penularan COVID-19. Karena itu, hand sanitizer sudah jadi barang wajib bawa setiap beraktivitas di luar kost. Tapi, nih, kamu mesti perhatikan juga kadar alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer. Ada batas tertentu yang membuat hand sanitizer bisa efektif membunuh mikiroorganisme penyebab penyakit di tangan.

Kenapa Hand Sanitizer Pakai Alkohol?

Penggunaan alkohol sebagai pembersih tangan sudah dilakukan sejak tahun 1990-an. Kala itu, rumah-rumah sakit di Amerika mencari cara untuk membersihkan tangan yang efektif dan efisien tanpa pakai air. Maka, digunakanlah alkohol.

Alkohol merupakan disinfektan yang sangat efektif juga aman untuk digunakan pada kulit manusia. Mikroorganisme yang bersifat patogen (pembawa penyakit) dapat hilang pakai hand sanitizer karena alkohol dapat memecah lapisan luar bakteri dan virus. Tanpa lapisan luarnya tersebut, bakteri dan virus akan mati.

Pembersih tangan tersebut kemudian mulai dibuat secara masal dan dijual ke publik sebagai hand sanitizer pada akhir tahun 1990. Dan, saat pandemi ini, hand sanitizer semakin populer karena dianjurkan untuk membersihkan tangan bila tidak ada air dan sabun.

Manfaat hand sanitizer untuk mencegah COVID-19 sama dengan fungsinya secara umum. Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dikenal sebagai virus yang melindungi dirinya dengan amplop atau sangkar yang terbuat dari protein.

Ketika virus menghinfeksi, dia akan meningkalkan lokasi infeksi menuju tempat lainnya. Karena lapisan luarnya sudah dipakai, dia akan membuat lapisan dari menggunakan dinding lipid sel serta beberapa protein.

Melansir dari Chemical and Enginering News, Pall Thordarson, ahli kimia dari University of New South Wales, menyebutkan bahwa virus yang membungkus diri seperti SARS-Cov-2 menggunakan molekul-molekul hidrogen. Alkohol dapat mengganggu interaksi molekul hidrogen tersebut dan melarutkan membran lipid pada virus yang sudah dibentuk.

Namun, Pall menambahkan, diperlukan konsentrasi alkohol yang cukup tinggi untuk menghancurkan lapisan pelindung tersebut. Itulah sebabnya Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan hand sanitizer memiliki kandungan alkohol setidaknya 60-80 persen.

Isopropil Alkohol untuk Hand Sanitizer

Ada beberapa jenis alkohol, namun yang digunakan pada hand sanitizer adalah isopropil alkohol. Pemilihan ini dikarena isopropil alkohol tidak membuat kulit terlalu kering dibanding menggunakan alkohol jenis lain.

Contohnya, alkohol jenis ethanol tidak digunakan pada hand sanitizer karena kering lebih cepat dan mampu membunuh mikroorganisme juga. Namun, membuat kulit sangat kering dan tidak dapat digunakan tanpa bahan tambahan.

Isopropil alkohol juga memiliki kemampuan mengeringkan dan menghilangkan mikroorganisme yang serupa dengan ethanol. Tapi, tidak membuat kulit sekering kalau pakai ethanol.

Kadar Alkohol untuk Hand Sanitizer

Penggunaan alkohol pada hand sanitizer juga ada batasnya. Kadar alkohol tidak boleh yang dipakai sebaiknya jangan terlalu tinggi, misalnya sampai 90-99 persen. Kadar alkohol yang hampir 100 persen justru dapat membuat kering dan mudah terbakar sehingga berbahaya bagi keselamatan kita.

Selain itu, kadar alkohol dalam hand sanitizer yang tinggi tidak lebih efektif dibanding yang kadarnya sekitar 70 persen saja. Melansir Marthastewart.com, alkohol 70% terjadi setelah larutannya dicampur dengan air untuk mengurangi kadarnya.

Nah, kehadiran air pada isopropil akohol di sini menjadi faktor penting karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen (bakteri, virus, kuman). Kadar alkohol hanya 60-80% dapat menembut dinding sel lebih sempurna, menggumpalkan protein sehingga mematikan mikroorganisme tadi. Air dapat berperan sebagai katalis untuk mengubah protein dalam sel tadi.

Dr. Sachin Nagrani, Direktur Medis “Heal”, kepada Marthastewart.com menyebutkan bahwa kandungan ekstra air juga membuat alkohol lebih lambat menguap, sehingga memberi waktu untuk bekerja membunuh mikroorganisme. Dengan begitu, lebih efektif membunuh mikroorganisme.

Kadar Alkohol Hand Sanitizer Jangan Terlalu Rendah

Hand sanitizer juga tidak akan efektif membunuh kuman bila kadar alkoholnya lebih rendah dari 60 persen. Apalagi, bila hand sanitizer-nya tidak mengandung alkohol sama sekali, lebih tidak efektif lagi.

Mungkin ada yang merasa takut tangannya menjadi kering. Jadinya, memilih hand sanitizer tanpa alkohol. Padahal, kunci membersihkan tangan dengan hand sanitizer ada pada kandungan alkoholnya. Tanpa alkohol, mikroorganisme penyebab penyakit tidak akan mati.

Jika tidak mau tangan kering karena terlalu sering pakai hand sanitizer, oleskan pelembap tangan (hand lotion) setelah memakainya. Hal yang sama juga berlaku bila kamu mencuci tangan pakai air dan sabun supaya tidak kering. Jangan jadi malas cuci tangan karena takut kulit tidak cantik lagi. Terutama, kerena, cuci tangan adalah hal paling penting dilakukan saat pandemi COVID-19 ini.

BACA JUGA:

Artikel Rekomendasi kami